Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kebutuhan Pasar Perjalanan Insentif Korporat Kian Meningkat

Indrastuti
28/1/2026 12:52
Kebutuhan Pasar Perjalanan Insentif Korporat Kian Meningkat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEUSAI pandemi, perusahaan pada berbagai sektor mulai memprioritaskan strategi retensi karyawan dan kesejahteraan tim lewat program berbasis pengalaman. Laporan Deloitte dan Harvard Business Review turut memaparkan adanya peningkatan alokasi anggaran untuk employee engagement bersifat non-finansial seperti program kebersamaan, experiential travel, dan bahkan aktivitas yang memperkuat budaya kerja.

Pada saat yang sama, data Google dan Expedia menunjukkan ada lonjakan minat pada leisure group travel dan curated experiences, baik untuk kebutuhan komunitas maupun insentif perusahaan.

Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan memberikan pengalaman berdampak.

Menjawab kebutuhan pasar atas solusi outing, engagement dan perjalanan insentif korporat yang semakin lengkap serta terkurasi, Panorama Media menghadirkan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE), pada 27–30 Agustus 2026, di Nusantara International Convention Exhibition, PIK 2.

"Setelah sukses menggelar edisi perdana di JICC (Jakarta International Convention Center), IOITE (dulu dikenal sebagai IOE) kini hadir dengan semangat dan skala jauh lebih besar," ungkap Direktur Panorama Media Andita Tirtawisata, di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan IOITE bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi ruang dialog yang menjembatani pelaku industri dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Melalui IOITE, lanjut Andita, exhibitor tidak hanya dapat membaca arah pasar, tetapi juga memvalidasi solusi secara langsung, mengembangkan model bisnis, dan juga membangun kolaborasi lintas segmen dalam satu platform yang terintegrasi.

"IOITE 2026 dirancang sebagai simpul strategis antara pelaku industri dan permintaan pasar yang makin selektif. Kami ingin IOITE jadi ruang untuk memperkuat posisi brand, membangun relevansi, dan membuka akses terhadap peluang kolaborasi lintas sektor," ujar Andita.

Project Manager IOITE 2026 Priscilla Daulima menyampaikan IOITE 2026 bukan sekadar pameran, tapi juga ruang dinamis yang mempertemukan ide, energi, dan peluang nyata dalam industri engagement.

Tahun ini, jelas dia, pihaknya menggelar empat hari, dengan dua hari pertama difokuskan pada audiens korporat (B2B) dan dua hari berikutnya untuk komunitas dan publik (B2C).

"Dari strategic networking, business matching, hingga showcase dan sesi interaktif, IOITE memberi panggung bagi exhibitor untuk memahami pasar, membangun relasi tepat, dan bertumbuh bersama audiens mereka," ujar Priscilla.

Pameran ini juga mendapat dukungan dari asosiasi industri seperti AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia), Ivendo (Indonesia Event Industry Council), dan NICE PIK 2 selaku strategic partner IOITE. Ketua Umum AELI Gigih Gesang menyampaikan permintaan terhadap program berbasiskan pengalaman terus meningkat, baik dari kalangan korporasi maupun institusi pendidikan.

"IOITE menjadi momentum penting yang kami dukung penuh lantaran mampu mempertemukan berbagai pendekatan experiential learning dalam wadah profesional terstruktur. Ini bukan cuma pameran, tapi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan industri lebih berdampak dan berkelanjutan," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya