Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kondisi ini terjadi setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menurunkan suku bunga kebijakannya, sementara Bank Indonesia (BI) memilih mempertahankan suku bunga acuan pada Desember 2025.
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Riefky mengatakan, penyempitan diferensial suku bunga tersebut terus memberikan dukungan bagi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Dalam periode pertengahan Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, arus masuk modal ke pasar keuangan Indonesia mencapai sekitar USD1,49 miliar, dengan rincian USD0,56 miliar ke obligasi pemerintah dan USD0,94 miliar ke pasar saham,” ujar Riefky dalam kajiannya, dikutip Rabu (21/1).
Secara teori, pembelian bersih obligasi pemerintah oleh investor asing seharusnya menekan imbal hasil melalui kenaikan harga obligasi. Mekanisme tersebut terlihat pada obligasi pemerintah bertenor pendek, di mana imbal hasil tenor 1 tahun turun dari 4,93% menjadi 4,71% dalam periode yang sama.
Namun, Riefky menilai dinamika berbeda terjadi pada obligasi bertenor panjang. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun justru naik moderat dari 6,21% menjadi 6,26%, meskipun terdapat arus masuk bersih ke pasar obligasi.
“Perbedaan ini mengindikasikan bahwa minat investor asing lebih terkonsentrasi pada obligasi berjangka pendek. Risiko fiskal yang relatif tinggi turut memengaruhi premi jangka panjang, mengingat defisit fiskal 2025 mendekati batas atas yang ditetapkan undang-undang, yakni sekitar 2,92% dari PDB,” jelasnya.
Selain faktor fiskal, operasi manajemen likuiditas Bank Indonesia juga memengaruhi pergerakan imbal hasil. Penerbitan Bank Indonesia Rupiah Securities (SRBI) secara berkelanjutan, yang menawarkan imbal hasil relatif tinggi dengan tenor pendek dan risiko durasi lebih rendah, menarik minat investor domestik maupun asing. Kondisi ini mengurangi permintaan tambahan terhadap obligasi pemerintah bertenor panjang.
Di sisi lain, meskipun arus modal asing tercatat positif, nilai tukar Rupiah justru melemah 1,16% secara bulanan dari IDR16.685 per dolar AS pada pertengahan Desember 2025 menjadi IDR16.880 per dolar AS pada pertengahan Januari 2026.
Menurutnya, pelemahan Rupiah tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dolar AS secara global. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik dari sekitar 98,15 menjadi 99,32 dalam periode yang sama.
“Ada beberapa faktor utama yang mendorong penguatan dolar AS, mulai dari data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, hingga kekhawatiran pasar terhadap posisi fiskal Indonesia,” paparnya.
Ia menambahkan, meskipun inflasi domestik masih berada dalam kisaran target BI, tekanan nilai tukar tetap menjadi pertimbangan kebijakan utama. Dalam kondisi eksternal yang belum stabil, pelonggaran kebijakan moneter dinilai berisiko memperbesar volatilitas Rupiah.
“Menjaga suku bunga kebijakan di level 4,75% menjadi langkah penting untuk menyeimbangkan pengendalian inflasi dan stabilitas eksternal, disertai intervensi valas yang terarah untuk meredam fluktuasi Rupiah yang berlebihan,” pungkas Riefky. (Fal)
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Cek kurs Rupiah hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Rupiah melemah tajam mendekati Rp16.800 per USD akibat kombinasi sinyal The Fed dan sentimen MSCI. Simak tabel kurs bank lengkap.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, dibuka menguat sebesar 36 poin atau 0,21% ke level Rp16.784 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Tekanan geopolitik global yang meningkat berdampak pada naiknya volatilitas di pasar keuangan, baik global maupun domestik.
Cek kurs Rupiah hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Rupiah melemah tajam mendekati Rp16.800 per USD akibat kombinasi sinyal The Fed dan sentimen MSCI. Simak tabel kurs bank lengkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved