Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

IMIP–UNIDO Wujudkan Proyek Percontohan Kawasan Industri Hijau

M Taufan SP Bustan
20/1/2026 20:48
IMIP–UNIDO Wujudkan Proyek Percontohan Kawasan Industri Hijau
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) merealisasikan kesepakatan kerja sama dalam pengembangan kawasan industri berkelanjutan

Implementasi kerja sama ini menandai langkah konkret kedua pihak dalam mengoperasionalkan deklarasi bersama pembangunan rantai industri mineral berkelanjutan.

Momentum penting tersebut disaksikan oleh delegasi UNIDO, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Asosiasi Nikel Internasional, Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia, serta perwakilan perusahaan hulu dan hilir industri nikel, termasuk mitra dan lembaga keuangan, Sabtu (17/1) lalu.

Dalam tiga tahun ke depan, IMIP dan UNIDO akan berkolaborasi dalam empat bidang utama, yakni percepatan pembangunan kawasan industri berbasis ekologi, penataan rantai pasok mineral hijau, pengembangan masyarakat, serta peningkatan kapasitas dan keahlian sumber daya manusia. 

Di bawah pendampingan UNIDO, IMIP akan mengadopsi standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sistem internasional dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, tata kelola perusahaan, serta kemitraan di sepanjang rantai industri.

Kerja sama ini bertujuan membangun proyek percontohan kawasan industri berkelanjutan yang dapat direplikasi, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan sesuai standar PBB dan visi Indonesia Emas 2045.

Inisiatif ini juga mendorong partisipasi aktif seluruh perusahaan di dalam kawasan untuk berkontribusi dalam mewujudkan transformasi industri hijau.

Sebagai bagian dari implementasi awal, Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, bersama delegasi melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas utama IMIP, termasuk pabrik produksi, pelabuhan, museum kawasan, pusat pengalaman keselamatan (safety experience hall), serta fasilitas pendukung lainnya.

Kunjungan tersebut meninjau secara langsung penerapan langkah-langkah pengurangan karbon dan emisi, standar keselamatan kerja, serta perlindungan lingkungan dalam proses peleburan dan pengolahan bijih nikel.

Delegasi UNIDO juga menyaksikan capaian IMIP dalam pengembangan produksi hijau, inovasi teknologi, serta penerapan tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kami terkesan dengan perkembangan pesat IMIP dan mengapresiasi upaya aktif pengelola dalam menjalankan tanggung jawab sosial serta mendorong pengembangan masyarakat. Kunjungan ini menunjukkan potensi besar IMIP sebagai model kawasan industri berkelanjutan yang dapat menjadi rujukan global,” ujar Ciyong Zou dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (20/1). 

Sementara itu, perwakilan Kementerian Perindustrian RI, Rahmayanti, menyampaikan bahwa sejak tahun 2020 Pemerintah Indonesia bersama UNIDO telah mengimplementasikan Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP)dengan hasil yang positif. 

Menurutnya, kapasitas UNIDO dalam peningkatan efisiensi energi, identifikasi jalur penurunan emisi, serta pembangunan sistem simbiosis industri memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi industri hijau dan hilirisasi sumber daya mineral nasional.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh sukses transformasi kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam dan dapat direplikasi di kawasan industri lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Optimisme terhadap kerja sama tersebut juga disampaikan Wakil CEO Eternal Tsingshan Group sekaligus Direktur PT IMIP, Zhang Fan. 

Ia menyatakan keyakinannya bahwa kolaborasi dengan UNIDO akan melahirkan model baru kawasan industri berkelanjutan yang aman, sehat, hijau, inklusif, serta dapat direplikasi dan dipromosikan secara global.

“IMIP akan memanfaatkan kapasitas internasional UNIDO dan para mitra rantai industri untuk mendorong transformasi hijau rendah karbon, memperkuat tata kelola, meningkatkan infrastruktur dan pelayanan publik, serta menjadikan Morowali sebagai kawasan percontohan yang mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Zhang Fan.

Sebagai informasi, IMIP berlokasi di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, dan merupakan salah satu kawasan industri nikel terintegrasi terbesar di dunia. 

Kawasan ini juga menjadi proyek unggulan dalam Belt and Road Initiative (BRI), dengan tujuan mendorong transformasi ekonomi Indonesia dari ekspor bahan mentah menuju manufaktur bernilai tambah tinggi, memperkuat posisi dalam rantai industri energi baru global, serta menjadi model kerja sama Tiongkok–Indonesia dan pembangunan berkelanjutan di tingkat regional. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya