Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Defisit APBN 2025 Sentuh Rp695,1 Triliun, Jadi 2,92 Persen

Naufal Zuhdi
08/1/2026 16:00
Defisit APBN 2025 Sentuh Rp695,1 Triliun, Jadi 2,92 Persen
Konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Kamis (8/1/2026).(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencatatkan defisit Rp695,1 triliun atau 2,92% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

“Defisitnya membesar ke Rp695,1 triliun, itu lebih tinggi dibanding target APBN yang Rp616,2 triliun. Tapi kita tetap jaga (defisit), pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3%. Defisitnya memang naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53%,” kata Purbaya saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Kamis (8/1).

Untuk diketahui, pendapatan negara sepanjang 2025 tercatat hingga Rp2.756,3 triliun atau 91,7% dari APBN, sementara realisasi belanja negara tercatat hingga Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari APBN.

Lebih rinci, pendapatan negara yang terkumpul Rp2.756,3 triliun berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun, kepabeanan dan cukai Rp300,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp534,1 triliun, serta penerimaan hibah Rp4,3 triliun.

Sementara, realisasi belanja negara yang mencapai Rp3.451,4 triliun berasal dari belanja pemerintah pusat yakni Rp2.602,3 triliun, serta transfer ke daerah (TKD) Rp849 triliun.

“Kalau kita lihat dari presentasi dari APBN-nya, yang pendapatan negara, kan, hanya 91%, sedangkan belanja 95,3%, Anda pasti nanya kenapa tidak dipotong belanjanya supaya defisitnya tetap kecil. Tapi kita tahu kan, ketika ekonomi kita sedang mengalami downturn, turun ke bawah, kita akan memberikan stimulus ke perekonomian. Ini wujud dari pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh secara berkesinambungan tanpa membahayakan APBN,” tegas Purbaya.

Kendati demikian, Purbaya meyakini bahwa dengan membaiknya fondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi ke depan harusnya defisit APBN untuk 2026 bisa ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak pertumbuhan ekonomi ke masyarakat yang lebih besar dibanding tahun lalu.

“Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5,4% kita akan coba tekan ke level yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya