Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton yang menjadi bagian dari swasembada beras.
"Kalau kita melihat berdasarkan data dari BPS, produksi beras kita kan lebih dari 34 juta ton di tahun 2025. Sementara kebutuhan kita kan hampir 31 juta ton. Kita punya surplus 3 juta ton. Itu saja sudah menandakan kita sudah swasembada," jelas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (6/1).
Adapun surplus yang dimaksud adalah selisih lebih antara produksi terhadap konsumsi beras secara nasional untuk tahun 2025. Sebagai informasi, surplus beras yang dikalkulasikan oleh Bapanas untuk 2025 berada di angka 3,52 juta ton.
Angka tersebut berasal dari produksi beras sepanjang 2025 di angka 34,71 juta ton yang telah melampaui kebutuhan konsumsi beras setahun di angka 31,19 juta ton. Kebutuhan konsumsi itu pun sudah termasuk kebutuhan beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 2025.
Ketut membeberkan beberapa indikator yang menurutnya dapat menggambarkan bahwa Indonesia telah meraih swasembada beras.
"Pertama, kita tahun ini tidak melakukan importasi beras lagi. Kedua, produksi kita jauh melebihi daripada konsumsinya. Dan yang ketiga, stok Bulog pun juga relatif tinggi, lebih dari 3 juta ton. Artinya tiga sisi ini yang menunjukkan kita bisa menyatakan bahwa posisi kita swasembada. Ini juga karena dari data FAO sendiri memberikan definisi bahwa sepanjang importasinya tidak melebihi 10 persen, itu pun swasembada. Apalagi sekarang secara tegas Bapak Presiden dan Bapak Kepala Bapanas jelas mengatakan tidak ada impor beras konsumsi. Jadi tentu dengan ini, kalau boleh dikatakan ini arahnya sudah swasembada," jelas Ketut.
Sebagaimana diketahui, berkat surplus produksi terhadap konsumsi beras tersebut menjadikan stok beras di awal 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angka tersebut telah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog yang sebesar 3,248 juta ton.
"Persebarannya ada di masyarakat, ada di pedagang, ada di distributor. Dengan begitu, kita butuh selama setiap bulan itu sekitar 2,5 juta ton. Jadi dengan 12,5 juta ton tadi, kekuatan kita sudah sangat kuat untuk menjaga ketahanan pangan. Belum lagi nanti Januari dan Februari produksi. Maret dan April panen raya. Ini menandakan kita di 2026 pun akan semakin kuat," kata Ketut.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kerap menyampaikan optimismenya bahwa stok beras di 2026 sangat aman. Amran juga menegaskan tidak boleh ada pelaku usaha sektor pangan yang memainkan harga melebihi ketentuan.
"Stok beras kita sangat aman. Tanpa impor, stok kita (CBP) lebih dari 3 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadan dan tidak boleh ada yang bermain harga. Kalau ada yang melanggar, kita tindak bersama Satgas Pangan Polri," tegas Amran. (H-4)
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis nasional berada dalam kondisi aman
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman resmi menjabat juga sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
Bulog Batam menyiapkan pasokan beras premium dalam negeri sebanyak 4.000 ton yang didatangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjaga stabilitas harga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved