Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BYD Kudeta Tesla, Jadi Raja Mobil Listrik di 2025

Andhika Prasetyo
03/1/2026 12:57
BYD Kudeta Tesla, Jadi Raja Mobil Listrik di 2025
Ilustrasi(X/BYD)

Tesla mengumumkan bahwa penjualan mobil listrik secara global pada 2025 turun sekitar 8,6% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan ini sekaligus menandai, untuk pertama kalinya, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut tersalip oleh produsen mobil China, BYD, dalam penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tahunan.

Berdasarkan laporan perusahaan, Tesla memproduksi 1,655 juta unit EV sepanjang 2025 dan menjual 1,636 juta unit. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024, ketika Tesla memproduksi 1,773 juta unit dan menjual 1,789 juta unit kendaraan. Tekanan terhadap penjualan semakin terasa setelah insentif pajak yang sebelumnya mendorong konsumen AS membeli mobil listrik dicabut pada September 2025.

Pada kuartal keempat (Q4) 2025, Tesla memproduksi 434.358 unit kendaraan dan menjual 418.227 unit. Capaian itu turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, saat produksi mencapai 459.445 unit dan pengiriman 495.570 unit. Secara tahunan, pengiriman pada Q4 2025 tercatat melemah sekitar 16%.

Sementara itu, BYD melaporkan penjualan global kendaraan listriknya mencapai 2,257 juta unit pada 2025, atau naik 27,86% dibanding tahun sebelumnya. Angka itu menjadikannya sebagai mobil listrik trerlaris di 2025. Pertumbuhan penjualan BYD semakin kuat berkat ekspansi ke berbagai pasar di luar Tiongkok, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika Latin.

Meski penjualannya menurun, mobil Tesla masih memimpin pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat dengan pangsa sekitar 45%. Namun tren pelemahan ini dianggap mencerminkan perlambatan yang lebih luas di pasar EV AS. Data Cox Automotive menunjukkan bahwa penjualan EV dari seluruh merek di AS turun lebih dari 40% (yoy) pada November 2025. Sejumlah analis memperkirakan, kinerja pasar EV di Amerika Serikat kemungkinan masih akan lesu hingga memasuki 2026. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya