Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026, Didukung Semangat Inklusi dan Gig Economy

Iis Zatnika
01/1/2026 08:42
Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026, Didukung Semangat Inklusi dan Gig Economy
Anak berkebutuhan khusus (ABK) melayani pembeli kopi di salah satu UMKM yang didirikan oleh penyandang disabilitas dan komunitas pendung pada acara Festival Setara Berdaya 2024 di Lobi Kantor Media Indonesia, Jakarta, Kamis (12/12/2024).(MI/Ramdani)

Gig Economy menjadi salah satu andalan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 5,4% pada 2026. Fenomena gig economy, yakni sistem kerja fleksibel berbasis platform digital memang kini menjadi tumpuan hidup bagi jutaan masyarakat. Meskipun menawarkan peluang besar, khususnya bagi generasi muda, sistem ini juga menghadirkan tantangan baru dalam hal perlindungan sosial dan keadilan ekonomi.

Sistem pekerjaan ini tidak bergantung pada hubungan kerja tetap, penghasilan diperoleh dari tugas atau proyek tertentu yang diatur melalui platform digital. Hubungan kerja dalam gig economy sangat fleksibel, pembayaran didasarkan murni atas capaian pekerjaan, bukan gaji bulanan. 

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menyampaikan gig economy masuk dalam tiga mesin pertumbuhan ekonomi yang terdiri atas manufaktur, pariwisata, dan perdagangan. 

"Untuk itu kami mengajak para CEO untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tidak hanya melalui diskusi formal, tetapi juga melalui eksekusi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing, ekspor nasional, serta pertumbuhan gig economy" kata Ali dalam CEO Excellence Award 2025 di Jakarta. 

Sebanyak 29 CEO merih penghargaan, di antaranya President Director PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam kategori CEO Excellence 2025 for Empowering Communities through Sustainable Courier Service Contributions pada kategori jasa kurir dan logistik. Ada pula Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini yang meraih penghargaan Indonesia CEO Excellence 2025 for Supporting Sustainable Economic Growth through Enhanced Digital Infrastructure and MSME Development pada kategori industri telekomunikasi.

Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan, penyelenggara kegiatan ini, memaparkan sejumlah perusahan yang mengikuti kegiatan ini melibatkan digitalisasi serta pelaku gig economy dengan intensitas yang beragam. 

Sedangkan metodologi penjurian menggunakan survei berbasis persepsi publik, media monitoring, dan riset berbasis data dari kinerja keuangan perusahaan, serta kinerja keberlanjutan. Ada pula data dari informasi publik, laporan resmi perusahaan, pemberitaan media nasional, konten media sosial, serta aktivitas digital dan komunikasi korporasi selama satu tahun terakhir.

"Terdapat tiga dimensi utama penilaian. Pertama, innovation and creativity, yang menilai kemampuan CEO dalam mendorong inovasi bisnis, strategi baru, serta kepemimpinan transformasi digital. Kedua, inclusive impact dan sustainability leadership, yang menitikberatkan pada penerapan prinsip ESG (environmental, social, and governance). Ketiga, collaboration synergy, yang menilai kemampuan CEO membangun kolaborasi di tengah ekosistem bisnis yang semakin kompleks. (X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya