Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

10 Negara yang Dominasi Produksi Emas Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Ferdian Ananda Majni
22/12/2025 11:10
10 Negara yang Dominasi Produksi Emas Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Ilustrasi(Antara)

Harga emas dunia terus mencetak rekor baru dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu mempertegas posisi emas sebagai salah satu komoditas paling aktif diperdagangkan di dunia.  Logam mulia ini tidak hanya berfungsi sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi, tetapi juga menjadi aset strategis bagi banyak negara.

Laporan Gold Demand Trends 2025 yang dirilis World Gold Council mencatat bahwa terdapat 10 negara penghasil emas terbesar di dunia. Secara kolektif, kesepuluh negara tersebut menyumbang lebih dari 60 persen total pasokan emas tambang global, menjadikan mereka aktor kunci dalam rantai pasok emas internasional.

Berikut daftar negara-negara berdasarkan data resmi, statistik produksi, serta analisis pasar terkini.

Tiongkok  (380,2 ton): Tiongkok mempertahankan posisinya sebagai produsen emas terbesar dunia. World Gold Council mencatat produksi negara ini setara sekitar 10 persen dari total produksi global.  Industri pertambangan emas Tiongkok didominasi oleh perusahaan milik negara seperti China National Gold Group dan Shandong Gold. Selain produksi tambang, permintaan domestik untuk perhiasan serta peningkatan cadangan emas bank sentral turut mendorong aktivitas sektor ini. Provinsi Shandong, Henan, dan Jiangxi menjadi wilayah utama penghasil emas.

Rusia (330 ton): Rusia menempati peringkat kedua dengan produksi emas yang sebagian besar berasal dari wilayah Siberia dan Timur Jauh. Emas memiliki peran strategis dalam struktur ekspor Rusia dan digunakan secara aktif sebagai aset cadangan nasional. Bank sentral Rusia terus meningkatkan pembelian emas domestik untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

Australia (284 ton): Australia berada di posisi ketiga sebagai produsen emas global. Operasi besar seperti Kalgoorlie dan Boddington di Australia Barat menjadi tulang punggung produksi nasional. Dewan Mineral Australia menyebut kemajuan eksplorasi sebagai faktor utama pertumbuhan produksi yang stabil. Selain sebagai produsen, Australia juga berperan penting sebagai pusat pemurnian dan ekspor emas, dengan sekitar 80 persen produksinya dikirim ke Asia, terutama ke Tiongkok dan India.

Kanada  (202,1 ton): Kanada menempati urutan keempat berkat kekayaan geologisnya yang beragam. Kawasan Sabuk Batuan Hijau Abitibi di Quebec hingga wilayah Klondike di Yukon dikenal sebagai sentra emas utama. Natural Resources Canada menilai industri emas berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan Produk Domestik Bruto nasional.

Amerika Serikat (158 ton): Amerika Serikat berada di peringkat kelima, dengan negara bagian Nevada menyumbang hampir 75 persen dari total produksi emas nasional. Survei Geologi AS (USGS) mencatat bahwa produksi emas di negara tersebut relatif stabil. AS juga dikenal sebagai pelopor global dalam penerapan teknologi, inovasi, dan standar keselamatan pertambangan.

Ghana (140,6 ton): Ghana menjadi produsen emas terbesar di Afrika, didukung oleh kebijakan investasi yang kondusif dan perbaikan regulasi pertambangan rakyat. Kamar Pertambangan Ghana menyebut emas menyumbang sekitar 40 persen dari total pendapatan ekspor negara, menjadikannya pilar utama stabilitas ekonomi nasional.

Meksiko (140,3 ton): Produksi emas Meksiko bertumpu pada sejarah panjang pertambangan dan investasi asing, khususnya dari perusahaan Kanada dan Amerika Serikat. Kamar Pertambangan Meksiko (CAMIMEX) mencatat bahwa wilayah Sonora dan Zacatecas merupakan penyumbang utama produksi emas, dengan infrastruktur yang mendukung operasi skala besar.

Indonesia (140,1 ton): Indonesia menempati posisi kedelapan dengan produksi emas yang didukung oleh tambang raksasa seperti Grasberg di Papua, salah satu yang terbesar di dunia.  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa restrukturisasi kepemilikan tambang serta penguatan industri hilir telah berkontribusi pada peningkatan produksi nasional.

Peru (136,9 ton): Peru termasuk negara pertambangan utama di Amerika Selatan, dengan emas menyumbang hampir 15 persen dari total pendapatan ekspor. Kementerian Energi dan Pertambangan (MINEM) mengaitkan stabilitas produksi dengan operasi besar di wilayah Cajamarca dan La Libertad. Meski demikian, tantangan seperti penambangan ilegal dan isu lingkungan masih menjadi perhatian.

Uzbekistan (129,1 ton): Uzbekistan menjadi produsen emas utama di Asia Tengah. Tambang Muruntau dikenal sebagai salah satu tambang emas terbuka terbesar di dunia. Komite Negara untuk Geologi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa reformasi sektor pertambangan telah menarik investasi asing dan meningkatkan efisiensi produksi.

Data World Gold Council menegaskan peran strategis emas dalam perekonomian global. Dari Asia hingga Afrika dan Amerika, masing-masing negara produsen mencerminkan model pembangunan yang berbeda. 

Secara bersama-sama, 10 negara penghasil emas terbesar dunia ini menjadi fondasi utama pasokan emas global dan berpengaruh besar terhadap stabilitas pasar internasional serta tren investasi jangka panjang. (Timesofindia/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya