Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus mendorong kinerja ekspor nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa sepanjang Januari-Oktober 2025, nilai ekspor dari Jawa Timur mencapai US$24,46 miliar atau tumbuh 12,75% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi eksportir terbesar kedua secara nasional dan menegaskan perannya sebagai salah satu tulang punggung ekspor Indonesia.
Salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah PT Lautan Natural Krimerindo (LNK) yang bergerak di bidang produksi bahan pangan (food ingredients). Perusahaan itu telah aktif menembus pasar internasional dan kini menjangkau lebih dari 40 negara tujuan ekspor.
Pada pelepasan ekspor kali ini, LNK secara resmi mengirimkan produk ke Malaysia dan sejumlah negara lainnya dengan nilai mencapai US$1,5 juta. Produk yang diekspor meliputi krimer nabati, bubuk tinggi serat FiberCreme, bubuk kelapa, whip cream, serta berbagai bahan pangan fungsional yang digunakan oleh industri makanan dan minuman global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri makanan dan minuman pada kuartal I 2025 berkontribusi sebesar 7,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyumbang 72,2% terhadap PDB industri nonmigas. Angka tersebut mencerminkan posisi strategis industri pangan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.
Dalam menembus pasar global, LNK mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan yang umum dialami eksportir Indonesia, mulai dari perbedaan regulasi dan standar mutu di negara tujuan hingga kebijakan bea masuk yang memengaruhi daya saing produk. Untuk menjawab tantangan tersebut, LNK secara berkelanjutan melakukan peningkatan kualitas, efisiensi produksi, serta penyesuaian produk sesuai kebutuhan pasar internasional.
LNK juga menekankan pentingnya peran pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, sebagai mitra strategis dalam membuka akses pasar, memperkuat diplomasi dagang, dan mendukung promosi internasional produk Indonesia.
Chief Executive Officer LNK Hendrik Gunawan menyampaikan bahwa ke depan perusahaan menargetkan ekspansi ke sejumlah negara prioritas serta peningkatan nilai ekspor secara berkelanjutan.
“Pengembangan usaha akan difokuskan pada produk bernilai tambah dengan tetap mengedepankan segmen industri B2B, sekaligus memperluas pasar ke sektor Food Service (HoReCa) melalui penguatan portofolio produk cair (liquid products),” ujar Hendrik.
Pelepasan ekspor ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai basis industri pangan berorientasi ekspor, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai pasok pangan global. (E-3)
Kemendag menggandeng Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang (Japan External Trade Organization/Jetro) guna mendorong produk lokal Indonesia menembus jaringan ritel Jepang.
Sebagai langkah awal pemulihan, Kemendag menyalurkan bantuan berupa 100 unit tenda bagi para pedagang terdampak di Pasar Kuala Simpang.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2025 sebagai bentuk apresiasi negara terhadap produk dan karya desain terbaik.
HARI Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 kembali akan digelar selama tujuh hari, yakni 10-16 Desember.
Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat kerja sama dalam penyediaan data harga kebutuhan pokok.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved