Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemendag Fasilitasi Ekspor 8 Perusahaan Jawa Timur ke Malaysia

Andhika Prasetyo
20/12/2025 12:59
Kemendag Fasilitasi Ekspor 8 Perusahaan Jawa Timur ke Malaysia
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melepas ekspor ke Malaysia.(Kemendag)

Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus mendorong kinerja ekspor nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa sepanjang Januari-Oktober 2025, nilai ekspor dari Jawa Timur mencapai US$24,46 miliar atau tumbuh 12,75% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi eksportir terbesar kedua secara nasional dan menegaskan perannya sebagai salah satu tulang punggung ekspor Indonesia.

Salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah PT Lautan Natural Krimerindo (LNK) yang bergerak di bidang produksi bahan pangan (food ingredients). Perusahaan itu telah aktif menembus pasar internasional dan kini menjangkau lebih dari 40 negara tujuan ekspor.

Pada pelepasan ekspor kali ini, LNK secara resmi mengirimkan produk ke Malaysia dan sejumlah negara lainnya dengan nilai mencapai US$1,5 juta. Produk yang diekspor meliputi krimer nabati, bubuk tinggi serat FiberCreme, bubuk kelapa, whip cream, serta berbagai bahan pangan fungsional yang digunakan oleh industri makanan dan minuman global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri makanan dan minuman pada kuartal I 2025 berkontribusi sebesar 7,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyumbang 72,2% terhadap PDB industri nonmigas. Angka tersebut mencerminkan posisi strategis industri pangan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.

Dalam menembus pasar global, LNK mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan yang umum dialami eksportir Indonesia, mulai dari perbedaan regulasi dan standar mutu di negara tujuan hingga kebijakan bea masuk yang memengaruhi daya saing produk. Untuk menjawab tantangan tersebut, LNK secara berkelanjutan melakukan peningkatan kualitas, efisiensi produksi, serta penyesuaian produk sesuai kebutuhan pasar internasional.

LNK juga menekankan pentingnya peran pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, sebagai mitra strategis dalam membuka akses pasar, memperkuat diplomasi dagang, dan mendukung promosi internasional produk Indonesia.

Chief Executive Officer LNK Hendrik Gunawan menyampaikan bahwa ke depan perusahaan menargetkan ekspansi ke sejumlah negara prioritas serta peningkatan nilai ekspor secara berkelanjutan.

“Pengembangan usaha akan difokuskan pada produk bernilai tambah dengan tetap mengedepankan segmen industri B2B, sekaligus memperluas pasar ke sektor Food Service (HoReCa) melalui penguatan portofolio produk cair (liquid products),” ujar Hendrik.

Pelepasan ekspor ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai basis industri pangan berorientasi ekspor, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai pasok pangan global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik