Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Empat Kelompok Petani Raih Sertifikasi RSPO Melalui Program Kolaborasi SMILE

Media Indonesia
12/12/2025 15:15
Empat Kelompok Petani Raih Sertifikasi RSPO Melalui Program Kolaborasi SMILE
Ilustrasi(Dok Istimewa)

EMPAT kelompok petani swadaya dari Sumatra Utara, Riau, dan Jambi berhasil meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 5 November di Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dari program SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment) yang diprakarsai oleh Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation.

Empat kelompok petani tersebut adalah Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat, Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam, Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung, dan Perkumpul­an Berkah Mulia Tani. Secara keseluruhan, empat kelompok ini mewakili 1.078 petani yang mengelola total area tesertifikasi seluas 2.804 hektare.

Poin penting pada kolaborasi ini adalah bahwa Program SMILE memberikan pelatihan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas dan mengelola lahan secara bertanggung jawab. Manfaat langsung dari sertifikasi RSPO bagi petani adalah harga premium untuk tandan buah segar, yang secara signifikan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie menekankan pentingnya kemitraan tersebut. “Setiap dari kita memiliki peran yang krusial, namun komitmen bersama terhadap petanilah yang benar-benar membuat program ini berhasil. Asian Agri memberikan pelatihan langsung tentang praktik budidaya yang baik dan membantu petani mempersiapkan diri untuk sertifikasi keberlanjutan,” kata Ivan.

Head of Sustainability Apical, Tor Mooi See menekankan bahwa upaya ini bersifat berkelanjutan. “Bagi kami, keberlanjutan adalah perjalanan yang terus berlangsung, yang kami jalani bersama mitra, pemasok, dan petani plasma. Perjalanan ini dibentuk oleh rantai pasok yang transformatif, yang mengedepankan prinsip sirkular, inklusif, dan pertumbuhan bersama,” jelas Tor.

Kao Corporation menegaskan hal yang sama. Kolabo­rasi melalui SMILE juga memperkuat fondasi praktik sourcing yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai. “Kao menyambut pencapai­an ini. Rantai pasok yang andal dan dapat dilacak, membantu kami mempertahankan standar produk tinggi yang diharapkan pelanggan, dan kemitraan seperti SMILE memberi kami keyakinan untuk terus berinovasi sekaligus menghadirkan kualitas yang konsisten,” ujar Vice President, Procurement Strategic Sourcing, Raw Materials, Global Kao Corporation, Terasawa Kenji.

AWALNYA RAGU BERGABUNG

Awalnya, banyak petani plasma yang ragu bergabung dalam program ini. Namun melalui edukasi yang konsisten dan keterlibatan yang berkelanjutan, mereka akhir­nya memahami manfaat jangka panjang dari sertifikasi RSPO. Salah satunya adalah harga premium untuk tandan buah segar mereka, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan secara signifikan. 

“Awalnya, banyak yang meragukan program ini, tetapi ketika manfaatnya mulai terlihat, semakin banyak petani yang bergabung pada fase kedua,” ujar Bambang Guntoro, Ketua Kelompok Petani Wahyu Agung. 

Hal serupa diungkapkan oleh Eka Chandra, Ketua Kelompok Petani Perkumpulan Berkah Mulia Tani. “Kesuksesan ini adalah kemampuan untuk terus maju dan mengatasi satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat,” tuturnya. 

Sejak diluncurkan pada 2020, Program SMILE menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya hingga 2030. Hingga Oktober 2025, lebih dari 4.000 petani telah mengikuti program ini, dengan 2.834 petani di antaranya sudah menerima sertifikasi RSPO.

Program SMILE menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi multi-pihak mendo­rong transisi global menuju produksi minyak sawit yang bertanggung jawab, selaras dengan prinsip 5C (Community, Country, Climate, Customer, dan Company). (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya