Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) memaparkan hasil kinerja tahun berjalan dan arah strategis perusahaan pada Public Expose 2025 bertema The Path to Recovery-Building a Sustainable Future.
Komisaris Independen Perseroan Bernardus Djonoputro mengatakan tahun 2025 merupakan fase pemulihan. Perseroan melakukan restrukturisasi manajemen dan perbaikan operasional, sistem, sumber daya, infrastruktur, tata kelola perusahaan, serta fundamental keuangan.
Dengan indikator kinerja yang menunjukkan tren penguatan signifikan, IKAI kini optimistis masuk fase selanjutnya yaitu fase optimalisasi.
Bernardus mengatakan pada akhir 2025, IKAI mencatat sejumlah indikator positif yang merupakan fondasi kuat menuju 2026, antara lain EBITDA bertumbuh positif 16,83% berdasarkan perbandingan Q-on-Q data 2025. Kemudian, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan di Q4 2025 (+71% YoY Q-to-Q) dan gross profit FY 2025 mencapai Rp71,87 miliar.
"Fase pemulihan ini mendorong dilakukannya major maintenance di sektor manufaktur dan langkah-langkah efisiensi serta optimalisasi lainnya yang menekan biaya, energi, dan perawatan. Pemulihan juga ditopang upaya perbaikan di sektor hotel. Tingginya tingkat permintaan pasar di kedua sektor ini membantu keberhasilan fase pemulihan perusahaan."
Ia optimistis kinerja Q4 adalah baseline kinerja 2026, khususnya dalam pencapaian positive book dan pemulihan profitabilitas. Dalam dokumen Ceramic Industry and Market Outlook, kajian independen dari Mandala Consulting, mengkonfirmasi brand Essenza adalah leader pada segmen Luxurious dan Top 3 Brand di industri keramik. Kajian ini memvalidasi strategi bisnis perseroan yang menempatkan Essenza sebagai pilar utama.
Sejalan dengan berakhirnya major maintenance cycle, produksi di segmen manufaktur keramik menunjukkan pemulihan kuat di Q4, yakni produksi naik signifikan 74%, dan profit margin meningkat +166% dibanding Q1.
Direktur Utama Perseroan Desra Ghazfan memaparkan pencapaian ini mencerminkan keberhasilan upaya peningkatan efektivitas, efisiensi, dan optimalisasi di segmen manufaktur dan realisasi dari strategi perseroan untuk memperkuat profitabilitas.
Ia mengatakan performa sektor hotel di grup IKAI pada 2025 berdasarkan standar indikator industri perhotelan lebih tinggi di atas rata-rata nasional. Ini tercermin pada performa occupancy Swiss-Belhotel Bogor 86,63% dan Swiss-Belinn Gajah Mada Medan 74,56%.
Tingginya indikator yang belum dapat dikonversi menjadi profitabilitas (Net Operating Profit/NOP) ini merupakan salah satu prioritas yang harus diselesaikan di fase pemulihan.
"Kenaikan NOP di Q4 jadi 8%, dari posisi Q-on-Q sebelumnya menunjukkan kondisi negatif, mencerminkan keberhasilan peningkatan efektivitas, efisiensi, dan optimalisasi di segmen hotel," paparnya.
Komisaris Utama Perseroan Willam Eduard Daniel menyampaikan adanya beban fundamental masa lalu berpotensi memengaruhi kecepatan realisasi strategi bisnis perseroan, seperti liabilities dan going concern.
Daniel mengatakan salah satu liabilities yaitu utang IKAI ke Bank Mandiri telah diselesaikan. Terkait Going Concern, manajemen baru berkomitmen mengubah kondisi perseroan yang merugi menjadi perseroan yang mencetak keuntungan berkelanjutan.
Pada 2026, lanjut dia, IKAI akan fokus pada empat strategi pertumbuhan yakni people and skill upgrade, business process modernization, market acquisition program, dan per-segment ops target. "Untuk manufaktur, Essenza sebagai top brand memiliki pasar sangat besar," katanya.
Strategi lainnya, yaitu pertumbuhan secara vertikal dengan menambah kapasitas produksi, secara horisontal dengan inovasi produk baru, memasuki segmen pasar super luxurious, serta melakukan strategic alliance dengan industry leader keramik dunia dan top sesainer dunia.
Pada sektor hotel, strategi pertumbuhan melalui pendekatan peningkatan kualitas pendapatan dan menciptakan sumber pendapatan baru. Perseroan juga melaksanakan optimalisasi strategi komersial dalam portofolio hotel dan akan berfokus pada pendekatan profitability over volume.
Komisaris IKAI Bernardus Djonoputro memberikan apresiasi kepada para pemegang saham, investor, regulator, pelanggan dan pemangku kepentingan atas dukungan berkelanjutan selama periode pemulihan.
"Perseroan optimistis rencana transformasi 2025–2026 akan menghasilkan perusahaan lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan," katanya. (H-2)
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT BUMA Internasional Grup Tbk melaporkan perbaikan kinerja operasional dan keuangan yang berlanjut untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025.
Perseroan juga sudah membagikan dividen interim sebesar Rp159,53 miliar atau setara 82,60% dari laba bersih semester I.
Pendapatan perusahaan juga menunjukkan peningkatan yang baik, mencapai Rp30,3 triliun atau lebih baik 12,4% dari tahun 2023 dengan EBITDA perusahaan mencapai Rp4,3 triliun.
Di sisi fundamental, Elitery mencatat pertumbuhan nilai aset 23%, menyentuh angka Rp279,3 miliar pada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved