Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BERSAMAAN dengan 11 tahun perjalanan Taspen Life bertemakan Strength, Care, and Trust, Taspen Life mampu membukukan kinerja keuangan tahun 2024 dengan positif dan resmi menghadirkan jalur distribusi pemasaran telemarketing sebagai jalur distribusi baru.
"Implementasi telemarketing awal 2025 ini diharapkan bisa meningkatkan pangsa pasar khususnya melalui upselling terhadap peserta ASN existing dengan lebih efisien dan interaktif. Pertumbuhan kinerja positif dan langkah strategi baru ini bertujuan memperkuat posisi perusahaan pada industri asuransi jiwa," ungkap Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen Ibnu Hasyim, di Jakarta, Minggu (2/3).
Menurut dia, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan pemegang saham Taspen Life yaitu PT Taspen (Persero). "Ke depan, tantangan akan semakin berat sehingga diperlukan berbagai inovasi Taspen Life dan Taspen selaku pemegang saham untuk mendukung Taspen Life dalam mencapai target kinerjanya," kata dia.
Berdasarkan kinerja keuangan tahun 2024, Taspen Life mampu mencatatkan pencapaian kinerja keuangan yang positif dengan membukukan laba bersih komersial sebesar Rp130,03 miliar atau tumbuh 44,10% ketimbang tahun sebelumnya.
Taspen Life juga mencatatkan premi bruto sebesar Rp1,54 triliun, atau meningkat 19,21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan dengan total pendapatan premi dan pertumbuhan aset industri.
Selain itu, hasil investasi pun positif, dengan capaian 2024 sebesar Rp553,54 miliar atau tumbuh 21,19% daripada tahun sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan pendapatan itu, aset perusahaan pada 2024 mencapai angka Rp8,44 triliun atau tumbuh 12,48% dari 2023.
Dia mengatakan pertumbuhan kinerja Taspen Life dalam pertumbuhan aset, laba dan premi dalam lima tahun terakhir yang jauh di atas pertumbuhan industri asuransi jiwa ini membuktikan komitmen kuat perusahaan untuk tumbuh dan berkelanjutan memberikan layanan, keamanan, serta komitmen kepada nasabah dan stakeholder lainnya.
Dia melanjutkan kondisi keuangan perusahaan yang sehat juga tercermin pada tingkat risk-based capital (RBC) perusahaan yang mencapai 287,25% pada 2024, jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan OJK sebesar 120%. Pencapaian ini menegaskan stabilitas keuangan Taspen Life mampu tumbuh setiap tahunnya.
"Dengan pencapaian yang baik selama 2024, kami terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan sebagai bagian strategi bisnis berkelanjutan."
"Dalam menjalankan operasionalnya, kami mengutamakan profesionalisme, menerapkan prinsip kehati-hatian serta good corporate governance (GCG) untuk memberikan layanan terbaik dan memenuhi kewajiban kepada seluruh peserta asuransi," pungkasnya. (H-2)
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
Keberhasilan menyelamatkan aset negara sebesar Rp1,6 triliun menjadi catatan penting dalam pengawasan di sektor perekonomian.
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
Pada sektor hotel, strategi pertumbuhan melalui pendekatan peningkatan kualitas pendapatan dan menciptakan sumber pendapatan baru.
PT BUMA Internasional Grup Tbk melaporkan perbaikan kinerja operasional dan keuangan yang berlanjut untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025.
Perseroan juga sudah membagikan dividen interim sebesar Rp159,53 miliar atau setara 82,60% dari laba bersih semester I.
Pendapatan perusahaan juga menunjukkan peningkatan yang baik, mencapai Rp30,3 triliun atau lebih baik 12,4% dari tahun 2023 dengan EBITDA perusahaan mencapai Rp4,3 triliun.
Di sisi fundamental, Elitery mencatat pertumbuhan nilai aset 23%, menyentuh angka Rp279,3 miliar pada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved