Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Literasi Keuangan Mahasiswa semakin Krusial di Era Kripto Digital

Naufal Zuhdi
10/12/2025 15:43
Literasi Keuangan Mahasiswa semakin Krusial di Era Kripto Digital
Ilustrasi(Dok Pintu)

PENINGKATAN literasi keuangan dan pemahaman teknologi digital di kalangan mahasiswa menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan aset kripto

Berangkat dari kebutuhan itu, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi kripto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), berkolaborasi dengan Investortrust.id menggelar program edukasi Pintu Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (Binus) bertema 'Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir' yang diikuti lebih dari 200 mahasiswa.

Acara ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang turut hadir, di antaranya Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Catur Karyanto Pilih; Dosen Binus Hugo Prasetyo W; Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz; Student Support Office Associate Manager Rahmat Ilahi; Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin; Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti; serta Founder TradeWithSuli, Sulianto Indria Putra.

Dalam sambutannya, Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Catur Karyanto Pilih, menegaskan bahwa literasi digital dan literasi keuangan harus menjadi fondasi utama sebelum mahasiswa terjun ke dunia aset kripto.

“Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko, sehingga penggunaan layanan keuangan digital dapat dilakukan secara bijak. Mahasiswa bahkan dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong pemanfaatan layanan digital yang tepat,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (10/12).

Sementara itu, Dosen Binus, Hugo Prasetyo, menambahkan bahwa kampus memiliki komitmen kuat dalam menyediakan ekosistem pembelajaran terkait aset digital. Ia menjelaskan bahwa Binus menawarkan kurikulum terintegrasi yang memungkinkan mahasiswa mempelajari kripto dari sisi teknologi hingga keuangan, termasuk melalui laboratorium Beehive dan komunitas Binus Blockchain & Crypto Club.

“Kami berharap mahasiswa bukan hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menciptakan inovasi,” kata Hugo.

Di kesempatan yang sama, CMO PINTU, Timothius Martin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam program ini.

“Kami berterima kasih kepada Binus atas kesempatan berbagi pengetahuan mengenai manfaat dan risiko di industri kripto. Dukungan dari OJK juga sangat berarti, dan PINTU siap terus bekerja sama untuk mendorong literasi serta inklusi demi terciptanya ekosistem investasi kripto yang sehat dan bertumbuh,” tuturnya.

Timothius menekankan bahwa dominasi generasi muda dalam penggunaan aset kripto harus diimbangi edukasi yang memadai.

“Bonus demografi Indonesia membawa peluang besar, tetapi juga tantangan pada aspek literasi dan keamanan investasi. Melalui berbagai inisiatif edukasi, PINTU berkomitmen memastikan generasi muda memahami risiko, peluang, dan prinsip keamanan sebelum berinvestasi,” pungkasnya. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya