Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPR: Spin-off Fiber Telkom Berpotensi Dorong Pertumbuhan Infrastruktur Digital

Akmal Fauzi
06/12/2025 14:54
DPR: Spin-off Fiber Telkom Berpotensi Dorong Pertumbuhan Infrastruktur Digital
ilustrasi(Dok. Telkom)

ANGGOTA Komisi VI DPR Nevi Zuairina mengomentari rencana PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) yang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 12 Desember mendatang, Salah satu agenda utamanya adalah meminta persetujuan atas rencana Pemisahan Sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity (Tahap-1). 

“Rencana pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke anak usaha, Telkom Infrastruktur Fiber (TIF), merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom untuk melakukan transformasi dan optimalisasi aset,” ujar Nevi dalam keterangan yang diterima, dikutip Sabtu (6/12).

Ia berharap pelaksanaan RUPS-LB dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memperkuat fondasi transformasi digital nasional. Nevi menekankan bahwa keputusan strategis ini perlu diikuti implementasi yang efektif dan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) yang kuat di TIF, sehingga dapat memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan infrastruktur digital dan perekonomian nasional.

Nevi juga menyebut bahwa langkah Telkom tersebut sejalan dengan tren global di industri telekomunikasi, di mana pemisahan bisnis infrastruktur (InfraCo) dari layanan ritel (ServiceCo) semakin banyak diterapkan. Pemurnian model bisnis semacam ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional dan ketangkasan pada masing-masing unit usaha.

“Pemurnian bisnis seperti ini memungkinkan Telkom Group untuk meningkatkan efisiensi operasional dan agilitas dalam setiap unit bisnisnya. Wholesale fiber adalah bisnis infrastruktur yang modal-intensif dan memerlukan fokus pada utilisasi aset serta layanan wholesale netral,” jelasnya.

Pengalihan aset berupa infrastruktur jaringan ke TIF dipandang berpotensi memberikan dampak positif yang luas bagi industri Telco di Indonesia. “Dengan adanya TIF yang murni beroperasi sebagai penyedia infrastruktur wholesale, ini berpeluang menciptakan persaingan yang lebih sehat dan inklusif di tingkat layanan,” tutur Nevi.

“TIF dapat menawarkan akses jaringan yang lebih netral dan terbuka kepada operator telekomunikasi lainnya, termasuk penyedia jasa internet (ISP) kecil dan menengah," tambahnya. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik