Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gobel Group–Muhammadiyah Dorong Penguatan Industri Nasional

Ihfa Firdausya
04/12/2025 21:07
Gobel Group–Muhammadiyah Dorong Penguatan Industri Nasional
Industri elektronik nasional memasuki babak baru dengan diluncurkannya AC Breeze MU powered by Cawang, hasil sinergi antara Gobel Group dan Muhammadiyah.(Dok. Gobel Group)

INDUSTRI elektronik nasional memasuki babak baru dengan diluncurkannya AC Breeze MU powered by Cawang, hasil sinergi antara Gobel Group dan Muhammadiyah. Kolaborasi strategis ini bukan hanya menandai penguatan sektor manufaktur dalam negeri, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dikelola Muhammadiyah, salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia.

Peluncuran yang berlangsung 30 November 2025 ini menjadi momentum penting menjelang perayaan 70 tahun Gobel Group pada 2026. Selama hampir tujuh dekade, grup usaha ini dikenal sebagai pionir industri elektronik Indonesia sejak merakit radio transistor pertama pada 1956. Kehadiran Breeze MU powered by Cawang mempertegas komitmen Gobel Group memperkuat industri nasional melalui inovasi produk dan kolaborasi berskala besar.

Produk baru ini lahir melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gobel Group dan PT Mentari Sinar Utama (MSU), Amal Usaha Muhammadiyah, serta kolaborasi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) dengan RSIJ Group. Kerja sama tersebut memungkinkan pengembangan lintas sektor yang menyentuh manufaktur, jaringan layanan, hingga pemanfaatan ekosistem Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Sebagai organisasi dengan infrastruktur terbesar di Tanah Air, Muhammadiyah memiliki lebih dari 11.700 cabang, 174 perguruan tinggi, 10.000 sekolah, serta 450 rumah sakit dan klinik. Skala ini menjadikan kolaborasi memiliki dampak ekonomi signifikan, baik dari sisi permintaan produk elektronik berskala besar maupun penguatan layanan publik melalui penggunaan perangkat dengan standar kualitas yang tinggi.

"Kemitraan ini merupakan wujud kontribusi Gobel Group dalam memperkuat industri nasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia melalui produk berkualitas dan layanan terpercaya," ungkap Arif Gobel, Direktur Gobel Group.

Produksi Breeze MU powered by Cawang dilakukan oleh PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI), anak usaha Gobel Group yang menjadi pusat manufaktur elektronik dengan standar global Panasonic. Seluruh unit diproduksi pada lini yang sama dengan produk Panasonic lainnya sehingga performa dan efisiensi energinya memenuhi standar internasional sekaligus mendukung pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pemenuhan TKDN ini menjadi faktor penting dalam mendongkrak daya saing industri nasional sekaligus memperluas serapan tenaga kerja lokal.

Sementara itu, PT Gobel Dharma Nusantara (GDN) mengambil peran kunci pada aspek layanan purnajual. Dengan jaringan 51 service center di seluruh Indonesia, GDN memastikan pemasangan, perawatan, hingga penanganan teknis dapat dilakukan secara cepat dan terstandar. Keandalan layanan menjadi isu krusial terutama bagi fasilitas pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah yang membutuhkan kesinambungan operasional tanpa gangguan.

Breeze MU powered by Cawang diposisikan sebagai produk pendingin ruangan yang efisien, ramah lingkungan, dan relevan bagi kebutuhan institusi skala besar. Melalui integrasi langsung dengan jaringan distribusi Muhammadiyah, produk ini akan tersedia sebagai paket lengkap yang mencakup unit, instalasi, dan layanan perawatan. Pengadaan terintegrasi ini diyakini dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas ruang belajar, ruang rawat, serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat.

Dalam konteks ekonomi, sinergi Gobel Group dan Muhammadiyah dipandang sebagai model kolaborasi antara sektor industri dan sektor sosial yang mendorong efek berganda (multiplier effect). Dari sisi industri, produksi AC dalam skala besar mendorong peningkatan kapasitas manufaktur, penggunaan bahan baku lokal, serta distribusi yang menggerakkan rantai pasok nasional.

Dari sisi sosial ekonomi, institusi Muhammadiyah mendapatkan akses pada produk elektronik berkualitas tinggi yang meningkatkan mutu layanan publik mereka.

Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam upaya mengurangi ketergantungan pada produk impor, sejalan dengan visi pemerintah membangun industri elektronik yang kompetitif. Peningkatan kemampuan manufaktur melalui PMI dan perluasan layanan teknis melalui GDN menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri.

Kehadiran Breeze MU powered by Cawang diharapkan mulai dipasarkan secara bertahap setelah seluruh proses integrasi produksi, distribusi, dan layanan tuntas. Dengan dukungan jaringan organisasi Muhammadiyah yang luas, produk ini berpotensi menjadi model pengembangan pasar berbasis komunitas terbesar di Indonesia, sekaligus mempertegas kontribusi sektor industri terhadap pembangunan nasional. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya