Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Riset Women’s World Banking: Perempuan Muda Masih Hadapi Perilaku Konsumtif dan Misinformasi Finansial

Rahmatul Fajri
02/12/2025 15:29
Riset Women’s World Banking: Perempuan Muda Masih Hadapi Perilaku Konsumtif dan Misinformasi Finansial
Ilustrasi(Dok Istimewa)

LAPORAN riset terbaru Women’s World Banking (WWB),  Empowering the Next Generation: A Path to Financial Confidence for Indonesia’s Youth, mengungkap realitas yang dihadapi anak muda Indonesia dalam menavigasi lanskap keuangan digital saat ini. Mulai dari penggunaan dompet digital secara impulsif, pemanfaatan kredit online yang berisiko, hingga paparan luas terhadap misinformasi finansial.

Studi tersebut menyoroti semakin lebarnya kesenjangan dalam kemampuan dan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan keuangan yang aman. 

Berdasarkan perilaku keuangan lebih dari 1.500 anak muda serta wawasan dari 117 pemangku kepentingan, laporan ini mengidentifikasi adanya “kesenjangan kepercayaan diri dan kapabilitas” yang terus berlangsung. 

Meskipun banyak anak muda memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan menghindari pinjaman berisiko tinggi, mereka sering kali tidak memiliki alat, bimbingan, dan sistem pendukung yang dibutuhkan untuk menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam tindakan nyata. 

Angelique Timmer, Regional Director untuk Women’s World Banking Asia Tenggara, menekankan urgensi temuan tersebut. “Riset kami menunjukkan bahwa akses saja tidak cukup. Anak muda menghadapi tekanan sosial, misinformasi, dan godaan impulsif yang membuat keputusan finansial sehari-hari menjadi lebih kompleks. Untuk mendukung mereka, kita tidak hanya perlu meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk menerapkan perilaku finansial yang sehat,” ujar Angelique. 

Ia menambahkan bahwa perempuan muda, khususnya, menunjukkan disiplin menabung yang kuat. Namun, mereka masih merasa kurang percaya diri dalam mengambil keputusan terkait kredit dan investasi. Kesenjangan ini perlu diatasi melalui pendekatan yang lebih praktis, relevan, dan berkelanjutan dalam pengembangan kapabilitas finansial. 

Sebagai bagian dari temuan laporan tersebut, WWB menyelenggarakan Youth Financial Health Discussion di Surakarta (25/11), menghadirkan Yang Mulia Ratu Máxima dari Belanda dalam kapasitasnya sebagai United UN Secretary-General’s Special Advocate for Financial Health 
(UNSGSA). 

Diskusi ini menjadi wadah bagi para anak muda untuk menyampaikan tantangan nyata yang mereka hadapi dalam menavigasi keuangan digital. Mulai dari kesulitan mengendalikan pengeluaran dan mengikuti tren konsumsi berbasis sosial hingga risiko pinjaman serta misinformasi finansial. 

Dalam sesi tersebut, Ratu Máxima menekankan pentingnya memastikan bahwa anak muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kapabilitas untuk menggunakannya secara aman. Ia menegaskan bahwa kepercayaan diri dan perlindungan finansial merupakan fondasi bagi masa depan yang stabil, dan ia akan menyampaikan suara  anak muda kepada berbagai pemangku kepentingan yang ditemuinya selama kunjungan tersebut untuk mendorong kolaborasi yang lebih kuat. 

Hasil dialog dan focus group lanjutan akan mendukung kolaborasi WWB dengan regulator, lembaga keuangan, dan mitra komunitas. Organisasi ini bertujuan memperkuat kapabilitas keuangan digital, membangun jalur digital yang lebih aman, serta mendorong desain produk keuangan yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan semua kelompok, tanpa memandang gender maupun latar belakang. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik