Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kehadiran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Terus Diperluas

Media Indonesia
01/12/2025 12:52
Kehadiran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Terus Diperluas
(MI/HO)

LEBIH dari 80 ribu koperasi desa/kelurahan Merah Putih (KDKMP) diluncurkan Presiden Prabowo Subianto secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan capaian menonjol yaitu 8.494 KDKMP yang terbentuk dan menunjukkan kinerja usaha positif. 

"Jawa Timur memperoleh capaian tercepat 100% pertama di antara semua provinsi di Indonesia. Ini bukti semangat gotong royong ekonomi rakyat bahwa kekuatan ekonomi kita tumbuh dari bawah, dari desa, masyarakat melalui koperasi sebagai wadah kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial," ucap Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Suharlina Kusumawardani, pada sambutan pembuka acara Media Briefing Diksi (Diskusi Redaksi) bertema Koperasi Desa Merah Putih: Strategi dan Digitalisasi Perkuat Ekonomi pada Kamis (27/11).

Di era digital, peluang memperkenalkan potensi desa melalui koperasi semakin terbuka lebar. Selain peningkatan literasi digital sumber daya manusia, peran publik dan media juga penting dalam menyebarkan informasi tentang transformasi digital tengah menjadi prioritas pemerintah.

Kehadiran KDKMP hingga saat ini terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya. Tujuan utamanya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui potensi desa secara gotong royong. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi, Henny Navilah, menyampaikan bahwa saat ini pengembangan KDKMP memasuki fase kedua sesuai Inpres Nomor 17 Tahun 2025. "Etape kedua ini fokus pada proses pembangunan fisik gerai pergudangan koperasi KDKMP sekaligus kelengkapannya," jelas Henny.

Tahap lanjut KDKMP ini diharapkan dapat semakin memperkuat fungsi koperasi bagi masyarakat desa. Terlebih, saat ini sekitar 82.577 KDKMP berbadan hukum dan lebih dari 1,2 juta warga desa sudah menjadi anggota KDKMP. "Dengan keberadaan KDKMP, setiap anggota dan masyarakat dituntut untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, hal yang mungkin selama ini lepas dari kesadaran setiap warga desa," tambah Henny.

Keberagaman lanskap dan budaya di Indonesia tentu memiliki pengaruh terhadap ragam potensi desa. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Nanang Abu Hamid, menyebut bahwa potensi tersebut bisa datang dari keunikan dan program yang berjalan.

"Sudah ada teman-teman KDMP yang menyuplai SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Gresik, Pamekasan, dan Pacitan. Ada juga yang berbasis wisata di Jember dan mengembangkan Kampung Inggris," jelas Nanang. Bahkan, di Kota Madiun, KKMP melaksanakan fungsi laundry sampah guna mendukung kebijakan daerah zero waste.

Meski begitu, praktik baik KDKMP tidak dapat berjalan sendiri. Penguatan sumber daya manusia dan literasi digital harus berjalan beriringan. 

Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Eko Setiawan, menjelaskan bahwa terdapat Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang mendukung digitalisasi warga desa dan anggota koperasi. "Di Jawa Timur terdapat 707 dari 1.119 KIM yang terdaftar sebagai anggota KDKMP. Perannya, sebagai penggerak literasi digital, fasilitator pemasaran digital, dan penguat ekosistem komunikasi koperasi desa," jelas Eko. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik