Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN industri perfilman tanah air memang pesat. Namun, banyak dari pembuat film masih kesulitan ketika mencari pendanaan dari perbankan karena belum mengelola keuangan sesuai dengan standar perbankan.
Produser sekaligus pemilik rumah produksi Miles Films, Mira Lesmana mengungkapkan pentingnya pengelolaan keuangan dalam setiap produksi film. Menurutnya, proses produksi bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga membutuhkan manajemen finansial yang matang, mulai dari perkiraan jumlah penonton, pengajuan anggaran kepada investor, hingga pengaturan arus kas dan dana cadangan.
"Kami harus melalui proses pembuktian. Investor perlu diyakinkan bahwa dana yang mereka berikan dikelola dengan baik," terang Mira dalam diskusi panel “The Missing Script: Saat Manajemen Keuangan jadi Adegan yang Hilang” di Plaza Stage JAFF Market 2025, Minggu (30/11).
Dengan pengelolaan dan pencatatan uang yang baik, investor bisa melihat secara jelas penggunaan dana. Hal tersebut penting untuk menjaga kepercayaan mereka.
Mira menambahkan, kolaborasi antara lembaga finansial dan pelaku industri kreatif sangatlah krusial. Pasalnya, biaya produksi pembuatan film tidaklah murah. Idealisme juga harus dibarengi dengan realitas keuangan.
“Jika mau terjun ke layar lebar, penggabungan keduanya (idealisme dengan pendanaan) menjadi sangat krusial. Mengetahui film apa yang ingin dibuat, konsekuensinya apa, penontonnya siapa lalu budget yang akan kita kelola seperti apa, karena pertanggung jawabannya sangat besar.” tegas dia.
Sebagai mitra utama JAFF Market 2025, Amar Bank menilai perbankan digital dapat berperan sebagai infrastruktur pendukung yang “menyatu” dengan kebutuhan industri, bukan sekadar penyedia layanan. Soft launch Amar Bank Bisnis menjadi tahap awal Amar Bank untuk terus memperdalam kolaborasi dan menghadirkan solusi finansial yang tepat sasaran, agar kreativitas dapat tumbuh berdampingan dengan keberlanjutan bisnis.
Senior Vice President Small Medium Enterprise (MSME) Amar Bank, Josua Sloane mengatakan, pihaknya mempertegas peran aktifnya dalam mendekatkan teknologi finansial dengan ekosistem kreatif Indonesia lewat peluncuran perdana Amar Bank Bisnis di JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank.
"Kami memiliki platform yang bisa digunakan rumah produksi dan produser agar dapat memantau arus kas, mengatur anggaran per proyek, serta membangun rekam jejak finansial yang lebih terukur dan transparan," terang dia.
Keterlibatan Amar Bank dalam ekosistem film, lanjut dia, berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. “Kami melihat industri film terus berkembang, tetapi tantangan finansialnya juga makin kompleks," kata dia
Oleh sebab itu, Amar Bank menghadirkan solusi bagi industri perfilman dengan memahami ritme kerja produksi film mulai dari kebutuhan pembayaran yang cepat, kontrol anggaran yang ketat, sampai pelaporan yang transparan.
Amar Bank Bisnis sangat relevan di tengah pertumbuhan industri film nasional yang sangat pesat. Produksi film diproyeksikan mencapai 200 judul pada 2028, menunjukkan kebutuhan sistem yang lebih praktis dan mudah digunakan. Dengan anggaran besar dan pola pembiayaan beragam, solusi digital menjadi penting untuk menjaga arus dana tetap terkendali serta lebih transparan. (H-2)
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Tingkat pengembalian pinjaman atau tingkat keberhasilan yang di atas rata-rata pasar, mencerminkan kepercayaan dan tanggung jawab mitra pengemudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved