Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Penguatan BUMN Diperlukan untuk Persempit Ruang Mafia Migas

Ihfa Firdausya
19/11/2025 11:41
Penguatan BUMN Diperlukan untuk Persempit Ruang Mafia Migas
Ilustrasi(Antara)

Pengamat energi Ali Ahmudi menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah memberantas mafia migas. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat peran BUMN energi agar ruang gerak para pemain gelap di sektor tersebut semakin menyempit.

“Saya mendukung penuh langkah pemerintah memerangi mafia migas. Penguatan BUMN energi adalah keharusan,” kata Ali, Selasa (18/11).

Ketua Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (KEPB) Pranata SPPB UI itu juga mengapresiasi penetapan Muhammad Riza Chalid (MRC) sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah 2018-2023. Menurut Ali, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah menindak aktor-aktor besar yang selama ini mendominasi sektor energi nasional.

Ali menekankan bahwa penindakan terhadap tokoh besar itu merupakan momentum penting. Namun ia mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti hanya sebagai simbol. Jaringan mafia migas, ujarnya, sangat luas dan kuat, sehingga dibutuhkan tindakan yang lebih komprehensif.

“Jangan sampai ini hanya menjadi aksi simbolik. Mafia migas itu besar dan bercabang. Kita pernah melihat kasus Petral, walaupun ditutup, tata kelola impor BBM tidak banyak berubah,” ucapnya.

Selain penegakan hukum, ia mendorong pemerintah mempercepat pengembangan energi nonfosil dan energi terbarukan. Sektor ini dinilai masih minim pemain besar, sehingga dapat membantu menyeimbangkan suplai dan permintaan energi nasional.

“Keseimbangan suplai-demand akan lebih mudah dicapai jika pemerintah memberi perhatian serius pada energi nonfosil, yang ekosistem pemainnya belum banyak dikuasai kelompok besar,” ujarnya.

Ali juga menekankan perlunya political will untuk menjadikan energi terbarukan sebagai pilihan yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, edukasi publik harus diperkuat agar masyarakat bersedia beralih dari energi fosil.

“Diperlukan political will. Pemerintah, akademisi, dan para pemangku kepentingan harus mengedukasi masyarakat. Jika publik beralih ke energi terbarukan, ruang gerak pemain lama di energi fosil makin kecil,” katanya.

Ali yakin bahwa kombinasi penegakan hukum yang tegas, penguatan BUMN energi, dan percepatan transisi energi akan menjadi langkah efektif dalam memutus jaringan mafia migas secara berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya