Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kepercayaan Masyarakat pada Fintech Jadi PR Besar

Naufal Zuhdi
12/11/2025 02:42
Kepercayaan Masyarakat pada Fintech Jadi PR Besar
Aftech menargetkan ekosistem fintech nasional dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan 8% sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.(MI/Naufal Zuhdi)

KETUA Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Pandu Sjahrir menilai, kepercayaan (trust) menjadi mata uang utama dalam ekonomi digital. Dari kepercayaan, ia meyakini akan melahirkan kepercayaan diri (confidence) dan akan muncul pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif.

"Dipercaya itu menurut saya segala-galanya. Substance harus jelas. Tanpa kepercayaan, fintech itu tidak berarti. Our only currency is trust. Dan di sinilah tugas kita bagaimana menggerakkan trust. Dengan adanya trust, kita akan ada namanya confidence," sebut dia dalam Peluncuran Bulan Fintech Nasional (BFN) yang digelar pada Selasa (11/11).

Dirinya juga menekankan bahwa keberhasilan industri fintech tidak bisa hanya diukur dari popularitas, melainkan dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang ditawarkan.

"Para penyelenggara fintech dan pelaku usaha dalam ekosistem harus berkomitmen membangun layanan ruangan digital karena dipercaya, bukan karena hanya populer," kata Pandu.

Di sisi lain, ia juga menargetkan agar ekosistem fintech nasional dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan 8% sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga meminta agar Indonesia tidak lagi menjadi pengikut, melainkan pemimpin di sektor fintech Asia.

"Dengan adanya confidence, kita akan ada pertumbuhan ekonomi 8%. Sekarang adalah waktunya kita menciptakan trust untuk nanti yang menciptakan confidence," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Etik Aftech Harun Reksodiputro menyatakan bahwa membangun kepercayaan masyarakat adalah fondasi paling penting dalam industri fintech.

"Jadi tanpa kepercayaan dari masyarakat dan dari investor, inovasi fintech tidak akan mampu tumbuh secara berkelanjutan," tutur Harun.

Kendati demikian, dirinya tidak menutupi adanya tantangan kepercayaan yang dihadapi industri fintech yang disebabkan oleh fraud, scam, serta praktek ilegal yang mencoreng reputasi fintech.

"Oleh karena itu, melalui Dewan Etik, Aftech menempatkan pemuatan tata kelola dan etika industri sebagai prioritas utama. Kenapa? Karena tujuannya adalah meningkatkan kepatuhan anggota atau compliance, memperkuat kepercayaan masyarakat dan investor, dan yang paling penting untuk industrinya adalah menciptakan ekosistem fintech yang sehat dan kredibel," pungkas Harun. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik