Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Masyarakat Rela Tahan Belanja Kebutuhan Pokok Agar Bisa Beli Tiket konser

Naufal Zuhdi
09/11/2025 15:22
Masyarakat Rela Tahan Belanja Kebutuhan Pokok Agar Bisa Beli Tiket konser
Ilustrasi: Warga membeli kebutuhan pokok pada gerakan pangan murah di Gedung Graha Binangkit, Bandung, Jawa Barat.(ANTARA/Raisan Al Farisi)

DIREKTUR Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut saat ini tengah terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat dalam membelanjakan pendapatannya, dari makanan dan minuman (selain restoran) dan perlengkapan rumah tangga ke pengeluaran transportasi-komunikasi dan restoran-hotel.

Naiknya belanja masyarakat ke sektor transportasi-komunikasi dan restoran-hotel dalam kurun waktu Juli-September 2025 menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2025

"Saya melihat terjadinya pergeseran konsumsi, bukan penguatan daya beli. Pergeseran dari awalnya pengeluaran untuk makanan dan minuman (selain restoran) serta perlengkapan rumah tangga, ke pengeluaran transportasi-komunikasi dan restoran-hotel," kata Huda saat dihubungi.

Ia menilai masyarakat saat ini masih memilih menahan belanja kebutuhan pokok, namun di sisi lain rela mengeluarkan uang untuk membeli tiket konser, menginap di hotel, dan berpergian. 

"Maka dari itu, pertumbuhan konsumsi untuk barang/jasa tersebut lebih tinggi," tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04% (yoy). 

"Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 mencapai 5,04%. Jika dibandingkan dengan triwulan II 2025, tumbuh sebesar 1,43%," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (5/11).

Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan III 2024 yang tumbuh sebesar 4,95% (yoy).

Dari sisi domestik, kinerja perekonomian pada triwulan III 2025 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga. Hal tersebut diindikasikan oleh konsumsi per kapita jasa makanan-minuman dan akomodasi serta barang dan jasa lainnya, masing-masing tumbuh 5,76% dan 7,49% secara tahunan. Kemudian pertumbuhan transaksi jual beli secara online dari e-retail dan marketplace sebesar 6,19% secara kuartalan.

Konsumsi tumbuh
Di sisi lain, Edy mengungkapkan komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,14%.
 
"Pada triwulan III 2025, komponen ini tumbuh sebesar 4,89% yang menunjukkan masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga tumbuh didorong oleh transportasi dan komunikasi sebesar 6,41% (yoy) yang tecermin dari peningkatan mobilitas penduduk, indeks penjualan bahan bakar kendaraan, serta peningkatan jumlah penumpang angkutan.
 
Kemudian, kelompok restoran dan hotel tumbuh tinggi sebesar 6,32% (yoy) yang tecermin dari peningkatan perjalanan wisatawan Nusantara jika dibandingkan dengan triwulan III 2024. Jumlah perjalanan wisatawan domestik bahkan tumbuh 21,84% (yoy) sepanjang kuartal III tahun ini.

Sebagai contoh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencatat tingkat keterisian kamar hotel, pada dua pekan sebelum perhelatan Moto GP Mandalika 3-5 Oktober 2025 mencapai rata-rata 70%.

"Secara umum sudah 70%. Ada hotel yang sudah mencapai 80%, ada juga yang baru 40%," kata Ketua PHRI NTB Ni Ketut Wolini di Mataram.

Ia menjelaskan, angka tersebut masih didominasi oleh kawasan Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, sedangkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalia, Kabupaten Lombok Tengah, okupansi telah menembus 80%.

"Mandalika sebagai zona utama tentu lebih ramai, tapi meski begitu baru 80%," imbuhnya. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya