Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pertamina EP Tampilkan Inovasi Hulu Migas di ADIPEC 2025

M Ilham Ramadhan Avisena
07/11/2025 21:10
Pertamina EP Tampilkan Inovasi Hulu Migas di ADIPEC 2025
Ilustrasi(Dok Pertamina EP)

PERTAMINA EP menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025. Agenda itu adalah pameran minyak dan gas terbesar di dunia yang berlangsung pada 3-6 November 2025 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kehadiran Pertamina EP merupakan bagian dari delegasi resmi Indonesia yang dikoordinasikan oleh SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tahun ini, Indonesia membawa tema Potentials to Discover, Partners to Deliver sebagai wujud arah baru pembangunan energi nasional yang menekankan investasi, inovasi teknologi, dan kemitraan strategis lintas negara.

"Kehadiran Pertamina EP di ajang bergengsi ADIPEC 2025 sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional," kata Manager Communication Relations & CID Pertamina EP Pinto Budi Bowo Laksono dikutip pada Jumat, (7/11).

Dalam forum teknis ADIPEC, tim Pertamina EP yang beranggotakan lima profesional, yakni, Ginanjar Puji Rahayu, Fariz Adriansyah Putra, Saifudin Zuhri, Gondo Irawan, dan Sakti Parsulian yang empresentasikan hasil penelitian berjudul Idle Well Utilization as Downhole Separation System to Improve Fuel Gas Quality: A Case Study in Jatibarang Field, Indonesia.

Selain itu, perwakilan PHE ONWJ Mohammad Hafez juga memaparkan studi tentang peningkatan produksi minyak melalui penerapan teknologi Flow Control Device di Lapangan Offshore North West Java.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan, kemandirian energi merupakan pilar penting bagi kedaulatan nasional. Setiap kerja sama internasional, katanya, harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

Dalam RPJMN 2025-2029, pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak sebesar 31% dan gas sebesar 51% pada 2029.

Upaya ini ditopang oleh reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi di wilayah eksplorasi baru. Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas Nanang Abdul Manaf menilai 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat investasi migas nasional.

"Potensi besar Indonesia perlu dioptimalkan melalui kemitraan global yang menghadirkan teknologi dan pendanaan. Indonesia telah memiliki action plan yang jelas untuk meningkatkan iklim investasi, serta menawarkan insentif dan stabilitas kebijakan," ujarnya.

Delegasi Indonesia dalam ADIPEC 2025 terdiri atas SKK Migas, Kementerian ESDM, BPMA, delapan KKKS, termasuk Pertamina EP, serta lima perusahaan dalam negeri.

Partisipasi ini mencerminkan tekad Indonesia menegaskan peran strategisnya di industri energi global melalui hilirisasi, teknologi, dan kolaborasi berkelanjutan. (E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik