Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah terus memperluas akses energi ke seluruh pelosok negeri sebagai bagian dari komitmen mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kini, hampir seluruh warga desa di berbagai wilayah telah menikmati listrik. Kehadiran energi tak hanya memberi penerangan, tetapi juga menjadi simbol pemerataan pembangunan dan pendorong aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
“Di desa-desa terpencil, cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi. Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan, namun meningkatkan pula akses pendidikan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (21/10).
Program Listrik Desa telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberi manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru. Sementara realisasi Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menunjukkan progres signifikan:
Melalui dua program strategis ini, pemerintah berkomitmen mempercepat pemerataan energi nasional sekaligus memperkuat fondasi kemandirian bangsa.
Bahlil mengakui bahwa perjalanan menuju elektrifikasi penuh masih menghadapi tantangan. Rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,1%, sementara sisanya merupakan wilayah dengan kondisi geografis sulit dijangkau seperti pulau-pulau terluar dan kawasan pedalaman.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian ESDM mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan (EBT).
“Perubahan arah kebijakan juga mencakup transformasi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan. Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi. Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata,” ucap Bahlil.
Menteri ESDM menegaskan bahwa pemerintah menargetkan pencapaian elektrifikasi nasional 100%.
“Setelah 80 tahun merdeka, tidak selayaknya ada warga yang masih mengalami gelap gulita,” tuturnya.
Target elektrifikasi nasional 100% ini ditetapkan tercapai pada 2030.
Sumatra Selatan: Ruslam, warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, kini bisa menikmati malam yang terang tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar genset.
“Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang, tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” kata Ruslam.
Papua Barat: Warga Kampung Iraiweri, Distrik Anggi, Pegunungan Arfak, menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi yang menjadi solusi energi bagi daerah-daerah terpencil.
“Semua rumah itu harus dapat listrik, supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar, mamak-mamak bisa masak dengan (penerangan) lampu. Saat saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar, itu pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita,” ujar Elias Inyomusi.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian energi nasional dan memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati terang pembangunan yang berkeadilan.
Lewat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), Kementerian ESDM menargetkan 292 rumah tangga di Fakfak, dan totalnya 4.550 rumah tangga di Papua Barat mendapat listrik tahun ini.
Program BPBL ini diharapkan dapat mengurangi susut jaringan dari penarikan-penarikan sambungan dari tetangga yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P Hutajulu menjelaskan, pemerintah bersama PLN terus berupaya memperluas akses listrik hingga ke desa-desa dan daerah 3T.
Ada harapan tebersit di wajah Azis setelah listrik yang membawa manfaat hadir untuk keluarganya.
Sebanyak 26.605 rumah tangga tidak mampu di Jawa Timur bakal mendapat bantuan pemasangan listrik gratis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved