Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdul Haris Fatgehipon menilai satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan konsistensi kuat dalam memperjuangkan kedaulatan pangan nasional. Ia menyebut, kemandirian pangan merupakan syarat utama bagi bangsa yang ingin berdiri tegak sebagai negara merdeka.
“Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya kemandirian pangan. Ketergantungan pada impor sama artinya memberi ruang bagi intervensi asing. Bangsa akan dihormati bila rakyatnya mampu menghidupi diri sendiri,” ujar Haris di Jakarta, Minggu (19/10).
Menurutnya, langkah Presiden yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, BUMN, TNI, Polri, hingga BIN, dalam memperkuat produksi pangan mencerminkan pendekatan kolaboratif dan strategis.
Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu meneguhkan kembali jati diri sebagai bangsa agraris dan maritim. Ia mencontohkan semangat kemandirian yang pernah ditunjukkan pada masa awal kemerdekaan.
“Pada 1946, ketika India dilanda kelaparan, Indonesia yang baru merdeka mampu mengirim 500.000 ton beras. Itu diplomasi beras yang membanggakan,” katanya.
Lebih lanjut, Haris menilai kebijakan Presiden Prabowo di sektor pertanian mencerminkan semangat membangun kesejahteraan petani sebagaimana pernah dilakukan pada masa Presiden Soeharto.
Beberapa langkah konkret yang menjadi perhatian antara lain, penaikan harga pembelian gabah oleh Bulog menjadi Rp6.500 per kilogram, dan perluasan subsidi pupuk, yang kini cukup diakses menggunakan KTP tanpa Kartu Tani.
“Langkah-langkah ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap petani,” ujarnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025, yang menempatkan seluruh penyuluh pertanian di bawah Kementerian Pertanian sebagai pegawai pusat.
“Kebijakan ini penting untuk mempercepat proses pendampingan di lapangan dan memastikan penyuluhan berjalan lebih efektif,” tandas Haris. (E-3)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koperasi petani Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kedaulatan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
PEMERINTAH pusat dan pemerintah daerah memperkuat sinergi kebijakan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 yang digelar HKTI menjadi ajang konsolidasi sektor pertanian untuk memperkuat Swasembada Pangan,
Data Januari-Agustus 2025 mencatat impor pangan sudah masuk indikasi tren mengkhawatirkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved