Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerapan mandatori campuran etanol sebesar 10% (E10) dalam bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini, menurutnya bertujuan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
“Kita berangkat dari keberhasilan program biodiesel. Arahan Bapak Presiden sudah jelas untuk kami membangun industri etanol,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (7/10).
Ia menjelaskan, penerapan kebijakan tersebut belum akan dimulai pada tahun depan karena pemerintah perlu mempersiapkan terlebih dahulu infrastruktur dan industri pendukungnya.
“Kita harus menyiapkan pabrik industri etanol. Bahan bakunya berasal dari tebu dan singkong,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan campuran etanol sebesar 10%, ia mengatakan bahwa Indonesia diperkirakan membutuhkan 2,3 hingga 2,6 juta ton etanol per tahun. Oleh karena itu, pemerintah telah merencanakan pembangunan dua pabrik etanol, satu berbasis singkong dan satu berbasis tebu.
“Pabrik berbasis singkong akan dibangun di Bojonegoro, Jawa Timur, sementara pabrik berbasis tebu kemungkinan besar di Merauke," pungkasnya. (H-4)
GURU Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof Wardana mengungkapkan bahwa riset penggunaan etanol sebagai campuran BBM sudah dimulai UB sejak tahun 1980-an.
Jadi kalau kandungan etanolnya hanya 3,5%, energi yang turun hanya sekitar 1%.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia mengatakan akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di 2026.
Bahlil menyebut proyek kilang minyak terbesar di Indonesia itu sempat mengalami berbagai hambatan serius. Salah satunya insiden kebakaran yang membuat penyelesaiannya molor.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui mandatori campuran etanol sebesar 10% (E10).
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved