Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan tak pandang bulu untuk merealisasikan janjinya melayani rakyat. Itu salah satunya dibuktikan melalui penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di seluruh wilayah Indonesia.
Dia menyatakan telah memotong 145 aturan penyaluran pupuk bersubsidi ke petani. Karena langkah itu, Prabowo mengatakan dapat kehilangan dukungan politik lantaran terdapat 27 ribu distributor yang 'terganggu'.
"Ada yang sampaikan ke saya, 'Pak, nanti Bapak kehilangan loh, kehilangan dukungan. Kenapa? Pak, ada 27 ribu distributor. Sekarang mereka kehilangan, Pak. 27 ribu distributor'. Saya bilang, berapa petani yang ada di Indonesia? 30 juta KK dengan suami istri, 100 juta," kata Prabowo saat memberikan pidato dalam Munas VI PKS, Jakarta, Senin (29/9).
"Menang mana? 27 ribu atau 100 juta? Dan saya sudah lama jadi orang Indonesia. Saya tau itu distributor-distributor itu ya. Saya tau itu, ponakannya bupati, sepupunya, tim suksesnya," tambah dia.
Bahkan Prabowo juga mengungkapkan ada kader Gerindra yang mencoba memanfaatkan momen itu untuk mendapatkan keuntungan. "Waktu saya perintahkan potong mata rantai ini, yang 27 ribu, kecewa. Ada, kader Gerindra yang pintar, dia datang ke Menteri Pertanian, 'Pak. Kalau bisa yang 27 ribu, diganti kader-kader Gerindra aja'," imbuhnya.
"Saya bilang, nggak ada itu, tidak ada yang gantikan. Dari pabrik sampai ke sini, nggak ada. Itu hak, mau petaninya milih PKS, milih Demokrat, nggak ada urusan. Politik adalah politik, hak adalah hak," tutur Prabowo.
Pemisahan kepentingan itu, lanjutnya, merupakan hal penting yang harus dijaga. Prabowo mengeklaim tidak akan pilih kasih bila itu menyangkut kepentingan rakyat. Di Sumatra Barat, dan Aceh, misalnya, penyaluran pupuk bersubsidi langsung diserahkan ke petani dan berlaku sama di daerah lain.
Padahal di dua wilayah itu Prabowo kalah dalam kontestasi elektoral. "Sumatra Barat, saya kalah. Sumatra Barat, pupuk lancar nggak di situ? Aku kalah juga di Aceh, ya kan? Coba cek. Pupuk lancar nggak? Coba cek, bupati-bupati PKS, ya kan? Nggak ada. Kita harus dewasa. Kita harus jadi bangsa yang dewasa," pungkasnya. (Mir/M-3)
Henry Andrew George Wairara menggugat keputusan Ketua Umum Bahlil Lahadahlia yang menggantinya dari kursi Ketua DPRD Provinsi Papua Barat Daya ke Mahkamah Partai Golkar.
Menurut Deddy, saat itu pihaknya masih fokus dalam pemenangan kader-kader PDI Perjuangan di tingkat calon presiden, calon legislatif hingga calon kepala daerah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan Effendi Simbolon bukan lagi menjadi kader PDIP setelah mendukung Ridwan Kamil-Suswono (Rido) pada Pilgub Jakarta.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menekankan soal posisi partainya di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Surya juga mengajak para kader untuk berpikir waras.
Seharusnya PDIP bisa mencontoh PKS yang bertindak cepat ketika ada kadernya yang terkena perkara dugaan pelecehan seksual, s
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, memberikan catatan mengenai rekam jejak dan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Wamenkeu sekaligus calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra.
KETUA Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons kasus Bupati Pati Sudewo yang menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KETUA Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa Thomas Djiwandono kini sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan partai.
WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono disebut telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra terkait pencalonan dirinya menduduki jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)
Langkah tersebut dinilai sebagai pilihan politik sadar untuk memperkuat kapasitas mesin negara dalam mengejar target Indonesia menjadi negara maju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved