Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor demi pembangunan berkelanjutan. Indo Waste & Recycling 2025 Expo and Forum sukses digelar pada 13–15 Agustus 2025 di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta. Forum ini menjadi ajang strategis bagi pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas untuk merumuskan solusi konkret dalam pengelolaan air bersih, sanitasi, sampah, dan limbah di Indonesia.
Acara ini dibuka dan ditutup langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor demi pembangunan berkelanjutan.
Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah partisipasi aktif dari Aspebindo (Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia) melalui Bidang V, yang membidangi Transisi Energi Terbarukan dan Lingkungan Hidup. Aspebindo menghadirkan booth khusus yang menampilkan berbagai inisiatif dan solusi lingkungan dari para anggotanya, didukung langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Jajaran pengurus Bidang V Aspebindo yang hadir antara lain Eka Lestari Sinaga (Ketua Bidang V), Kurniawan Padma (Wakil Ketua), Imam Pesuwaryantoro (Sekretaris), Yashashi Manuel Putra (Anggota), Alryan M Irawan (Anggota) dan Ayu Sandra (Sustainability Influencer)
Sebagai Ketua Bidang V Aspebindo, sekaligus Direktur Utama PT Esa Maha Karya Tunggal dan PT Kharisma Engineering Abadi, Eka Lestari Sinaga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis teknologi dalam pengelolaan limbah dan rehabilitasi lingkungan.
Ia juga dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, dengan komitmen tinggi terhadap praktik berkelanjutan.

“Indo Waste & Recycling 2025 Expo and Forum adalah momentum penting untuk menyatukan langkah dan komitmen lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan ekonomi sirkular dan lingkungan. Kami di Aspebindo percaya bahwa solusi lingkungan harus lahir dari kolaborasi, bukan kompetisi,” ujar Eka Lestari Sinaga.
Lebih lanjut, Eka menyampaikan harapannya agar Aspebindo dapat memainkan peran inti dalam memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor, khususnya dalam mendukung program-program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Menurutnya, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat adalah fondasi utama untuk mewujudkan transformasi lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Mengusung tema "Decarbonizing for Our Sustainable Tomorrow", simposium ini menjadi wadah kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan hijau, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular.
Desa Bentek Lombok Utara jadi ikon ekonomi sirkular Indonesia melalui Kosabangsa 2025 (UNU NTB & UPMI Bali). Inovasi Waste-to-Wealth limbah bambu dan ekowisata digital (SIWADIGI).
Inovasi Kosabangsa di Dompu mengubah limbah ternak dan pertanian menjadi energi alternatif, pupuk organik, dan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Petrokimia Gresik menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung upaya dekarbonisasi global yaitu pengurangan emisi karbon melalui penerapan strategi ekonomi sirkular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved