Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah perang dagang, PT Bank Mandiri (BMRI) menegaskan terus memperkuat manajemen risiko, serta memperdalam pemanfaatan inovasi digital guna mendukung penyaluran kredit yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Corporate Secretary Bank Mandiri M Ashidiq Iswara menyampaikan, dengan landasan fundamental yang kuat, langkah transformasi digital yang terus berkembang, serta komitmen terhadap pengelolaan risiko yang prudent, perseroan meyakini mampu mempertahankan pertumbuhan kredit yang baik.
"Kombinasi antara fundamental perusahaan yang solid, transformasi digital progresif, dan manajemen risiko disiplin, kami yakin dapat menjaga pertumbuhan kredit yang sehat," ujar Ashidiq kepada Media Indonesia, Minggu (18/5).
Terkait dengan aktivitas bisnis, termasuk penyaluran kredit, Bank Mandiri tetap memandang prospek pertumbuhan dengan optimisme. Dalam menjalankan strategi tersebut, perusahaan pelat merah itu mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dus, berfokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor yang memiliki prospek cerah dan daya tahan tinggi terhadap gejolak pasar.
Pendekatan tersebut, ungkap Ashidiq, ditempuh untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga secara berkelanjutan di tengah volatilitas pasar yang terus berubah.
"Kami mengedepankan pertumbuhan yang berlandaskan prinsip kehati-hatian dengan fokus penyaluran pada sektor prospektif dan resilien," tuturnya.
Kendati kebijakan tarif dari Amerika Serikat telah memengaruhi arus perdagangan internasional, serta aliran modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, Bank Mandiri melihat fundamental ekonomi Indonesia masih tetap kuat. Hal ini tecermin dari inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang cukup, dan komitmen pemerintah menjaga stabilitas fiskal.
"Dengan sinergi yang erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan, ketahanan ekonomi nasional diyakini akan tetap terjaga," pungkas Ashidiq. (Ins/E-1)
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Bank Mandiri kembali mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Dalam ajang ini, Bank Mandiri memberi dukungan sebagai official bank partner.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Bank Mandiri 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved