Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Citra Borneo Global Feeds (CBGF) lepas ekspor suplemen ternak sebanyak 102 metrik ton ke Belanda pada Kamis (24/04) di Kawasan Industri PT Surya Borneo Industri. Pelepasan ekspor tersebut tak luput dari pelayanan dan pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun, sebagai perwujudan tugas dan fungsi trade facilitator dan industrial assistance intansi ini.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalan Bun, Kitri Wahyudi mengatakan pihaknya melepas ekspor suplemen ternak produksi PT CBGF sebagai wujud nyata dukungan Bea Cukai dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah. Atas ekspor tersebut pula, Bea Cukai Pangkalan Bun hadir untuk melakukan pengawasan dan pelayanan prima untuk memastikan kelancaran proses ekspor sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Bea Cukai berkomitmen untuk konsisten dalam memberikan layanan prima sebagai upaya mendorong ekspor produk Indonesia ke mancanegara," ujarnya.
Diketahui, produk suplemen ternak ini merupakan produk turunan dari kelapa sawit. “Hal ini sejalan dengan program pemerintah yaitu hilirisasi. Rumen fat ini adalah produk turunan dari kelapa sawit yang diproduksi oleh PT Citra Borneo Indah (CBI Group) dan PT CBGF ini ada di dalamnya," kata Kitri.
Sementara itu, Perwakilan CBI Group, Jap Hartono menyampaikan bahwa ekspor perdana ini merupakan langkah awal bagi perusahaan untuk perluasan pasar. “Dari sisi perusahaan, ini adalah bentuk perluasan pasar ke internasional, kami berharap bahwa ekspor ini akan terus berlanjut sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi Indonesia khususnya Kalimantan Tengah,” paparnya. (RO/P-4)
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved