Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara meminta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, atau SPBU, menambah jumlah operator selama masa mudik dan balik. Penambahan operator diperlukan sebagai salah upaya mengantisipasi antrean panjang di SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria mengatakan, meski antrean di SPBU kadang tidak dapat dihindari, tetapi langkah proaktif seperti penambahan karyawan atau operator sangat diperlukan.
"Misalnya, jika dalam satu shift biasanya terdapat dua atau tiga operator, maka saat puncak arus mudik dan balik, jumlah tersebut perlu ditingkatkan. Hal ini untuk memastikan konsumen tidak mengantre lama di SPBU," ujar Satria, Kamis (27/3).
Selain penambahan operator, Satria juga mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina oleh konsumen. Penggunaan aplikasi ini diyakini dapat mempercepat proses pengisian bahan bakar.
Dengan aplikasi tersebut pembayaran BBM dilakukan secara non-tunai (cashless). Dengan begitu, dapat menihilkan waktu untuk menghitung uang atau mencari uang kembalian oleh operator SPBU.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sumut, Haris Rajali, sependapat dengan langkah tersebut. Menurut dia, Hiswana bahkan telah menginstruksikan para pemilik SPBU untuk memperpanjang jam kerja operator.
"Terutama yang berada di jalur lintas antarkabupaten dan antarprovinsi," ujarnya.
Namun dia juga mengimbau konsumen dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas untuk menggunakan BBM nonsubsidi. Dengan begitu ketersediaan BBM subsidi dapat lebih terjaga.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sendiri telah mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Satria mengungkapkan, konsumsi gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) di Sumut diprediksi naik hingga 13%, dari rata-rata 4.957 menjadi 5.615 KL per hari.
Sementara itu, konsumsi gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) diperkirakan turun 8,1% dari 3.313 menjadi 3.044 KL per hari. Untuk menghadapi kemungkinan peningkatan konsumsi dan mempermudahkan konsumen, Pertamina Patra Niaga menyiapkan berbagai layanan pendukung di Sumut.
Seperti mengoperasikan 106 SPBU selama 24 jam serta menyediakan 4 Kiosk Pertamina Siaga dan layanan BBM di jalur potensial. Kemudian menyiapkan 20 motoris BBM untuk pengisian di lokasi padat kendaraan, serta menyiagakan 16 mobil tangki.
Semua layanan pendukung tersebut diemban Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2025. Mereka bekerja di masa arus mudik dan balik, atau pada 17 Maret hingga 13 April 2025 mendatang.(H-2)
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
“Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,”
Pembatasan dilakukan agar semua masyarakat bisa mendapatkan BBM. Selain itu, juga untuk menghindari kepanikan dan mencegah spekulan.
Bahlil Lahadalia meminta seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk beroperasi 24 jam.
Cuaca ekstrem yang mengganggu pelayaran memicu keterlambatan pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Sumatra Barat.
Upaya menjaga mutu bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperkuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved