Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mulai melaksanakan siaga operasional Idul Fitri 1446 Hijriah untuk memastikan kesiapan layanan operasional di Jalan Tol Trans Jawa demi kelancaran arus mudik hingga balik mendatang.
Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi mengawali kegiatan siaga operasional dengan memberikan arahan kepada seluruh tim satuan tugas, agar dapat memastikan kesiapan layanan pada periode cuti bersama dan libur Lebaran atau arus mudik serta balik yang menjadi momentum penting.
"Ini menjadi salah satu momentum penting bagi perusahaan, khususnya di wilayah Trans-Jawa demi mewujudkan kelancaran, keamanan, kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan tol," katanya, di Bekasi, Kamis (20/3).
Dia menjelaskan, bentuk kesiapan layanan operasional untuk mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas di ruas Jalan Tol Trans-Jawa mencakup kesiapan pelayanan operasi di gerbang tol, area rehat, dan sepanjang jalur tol.
"Termasuk kondisi perkerasan, keberfungsian drainase, sarana dan prasarana, serta pemenuhan seluruh substansi standar pelayanan minimal jalan tol," katanya pula.
Kemudian memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan dengan melakukan pemantauan serta pengendalian pada lokasi rawan kecelakaan, memitigasi risiko genangan dan longsor, hingga meningkatkan pengawasan pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas seperti objek wisata maupun objek kerumunan massa.
Pihaknya juga menyiapkan strategi antisipasi dan cara bertindak untuk penanganan pada saat terjadi situasi darurat, mengingat saat ini masih dalam musim hujan dan cuaca ekstrem yang tidak menentu.
Mengendalikan kepadatan di area rehat dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung pengunjung, memastikan kebersihan, serta menyediakan fasilitas layanan yang memadai, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), peturasan, tempat ibadah, air bersih, tempat parkir dan pujasera.
Membatasi kegiatan konstruksi di jalan tol selama masa operasional pelayanan Lebaran yang berpotensi mempengaruhi kondisi lalu lintas, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri.
Selalu adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital, mengelola data lalu lintas terkini serta mempercepat dan meningkatkan akurasi untuk proses pengambilan keputusan.
"Yang juga tidak kalah penting adalah menyiapkan strategi komunikasi dan manajemen informasi kepada para pengguna jalan tol, khususnya dalam menyampaikan imbauan dan panduan perjalanan," katanya pula.
Rudi menyatakan upaya-upaya tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemakai jalan, agar pelaksanaan perjalanan pada periode libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman.
VP Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo menekankan penting keselamatan bagi pengguna jalan, salah satunya melalui imbauan kesiapan sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan.
"Pastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, persiapkan perbekalan, patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, serta terus meng-update informasi lalu lintas melalui channel resmi One Call Center 24 Jam Jasa Marga Group di nomor 14080 serta aplikasi Travoy 4.4," kata Ria pula. (Ant/E-1)
Terhitung sejak 11-25 Maret 2026 atau H-10 sampai H+4 Lebaran 2026, total volume lalu lintas mencapai 2.875.280 kendaraan.
PEMERINTAH bersama Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk mengatur jadwal kepulangan guna menghindari kemacetan pada puncak arus balik Lebaran 2026, serta menggunakan diskon tarif tol 30%.
Jasa Marga prediksi puncak arus balik 29 Maret capai 250 ribu kendaraan. Pemudik diimbau pulang lebih awal untuk nikmati diskon tol 30%.
Arus balik Lebaran 2026 diprediksi meningkat. Jasa Marga proyeksikan 285 ribu kendaraan ke Jakarta, pemerintah imbau atur waktu perjalanan.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 dengan memberlakukan diskon tarif tol hingga 30 persen.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang keluar melalui empat Gerbang Tol (GT) Utama, yakni GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), serta GT Cikampek Utama
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Masyarakat mesti berpikir dua kali untuk mudik. Mereka harus mempertimbangkan biaya transportasi, oleh-oleh, hingga uang yang akan diberikan kepada sanak saudara di kampung.
Sebanyak 91,2% responden menyatakan puas dengan rekayasa lalu lintas, seperti sistem one way dan contra flow.
arus balik lingkar gentong, Kabupaten Tasikmalaya, menuju Bandung, Jawa Barat termasuk Jalan alternatif Singaparna ke Salawu menuju Kabupaten Garut macet sepanjang 10 kilometer
MEMASUKI hari ketiga Lebaran, arus mudik menuju Kota Bandung, Jawa Barat, melalui Bundaran Cibiru sejak sejak pagi (2/4) hingga siang hari ini, mengalami peningkatan dibanding hari biasa.
Dari perkembangan terkini, volume lalu lintas (VLL) trafik kendaraan sebesar 114.891 kendaraan pada 31 Maret 2025 dengan peningkatan 49,89% dibanding trafik normal pada hari yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved