Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan ketersediaan pangan aman untuk Hari Raya Idul Fitri. Namun, hal yang menjadi perhatian pemerintah ialah harga cabai yang masih tinggi. Oleh karena itu, pemerintah memastikan distribusinya merata sehingga tidak ada kenaikan harga yang terlampau tinggi.
Secara umum, harga pangan terpantau stabil. Meski begitu, sambung dia, pemerintah memberikan perhatian khusus hanya pada komoditas cabai rawit merah dan Minyakkita. Rata-rata harga cabai rawit merah di tingkat produsen mencapai Rp73.774/kg dan di tingkat konsumen Rp94.193/kg, sedangkan Minyakkita Rp17.678.
"Ketersediaan pangan aman dan cukup untuk sampai dengan hari raya, libur Idul fitri 1446 Hijrah," ujar Arief melalui keterangan resminya, Kamis (6/3).
liter.
Untuk mengantisipasi tingginya harga kedua komoditas itu, Bapanas telah mengambil langkah-langkah pengendalian, termasuk meningkatkan distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit serta memperluas akses pangan melalui Kios Pangan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
"Concern kita hanya di cabai rawit. Jadi cabai rawit agak tinggi harganya karena memang cuaca hujan, tanaman tidak berbunga. Tapi bisa dipastikan stoknya cukup, tinggal bagaimana kita fokus pada pemerataan distribusinya," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal distribusi dan ketersediaan pangan agar Idulfitri 2025 dapat dirayakan dengan penuh sukacita.
"Meskipun harga-harga terkendali, namun ada beberapa komoditas yang memerlukan atensi seperti cabai dan minyak goreng. Diimbau agar setiap daerah agar melakukan pengecekan dan langkah-langkah untuk persiapan," pungkas Tito.
Amran meminta kepada seluruh pengusaha di Indonesia agar tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Imlek dan Ramadan.
Berdasarkan Neraca Pangan, proyeksi hingga akhir Maret 2026, sejumlah komoditas utama menunjukkan ketersediaan yang jauh melampaui kebutuhan konsumsi Februari dan Maret 2026.
Stok awal 2026 tercatat berada di 12,529 juta ton.
Bapanas menanggung biaya distribusi pangan dari daerah sentra produksi ke daerah yang sedang mengalami defisit stok atau fluktuasi harga.
Penerima Bantuan Pangan (PBP) masing-masing berupa beras 20 kg jenis premium dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan yang disalurkan lima kali setahun.
DPD dorong Bulog terus meningkatkan penyerapan beras lokal dari petani Kalimantan Tengah, sehingga kemandirian pangan di daerah dapat terwujud.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved