Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Prodia Group mengaku kebanjiran order, bahkan kewalahan memenuhi permintaan produksi pembuatan alat tes pemeriksaan kesehatan gratis. Program yang kini dicanangkan pemerintah itu diberikan pada setiap warga saat berulang tahun.
Produksi dilakukan oleh anak perusahaan PT Prodia Diagnostic Line (Proline) yang merupakan hasil akuisisi. Proline akan memiliki pabrik kedua yang akan diresmikan pada April 2025, berada di area seluas 5.500m2 dan luas bangunan 9.690m2 dengan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat. Lokasinya di Cikarang, Jawa Barat ini
"Proline juga sudah bisa melayani 4.800 dari 10.416 puskesmas," kata Komisaris Utama Prodia Andi Widjaja.
Keberadaan Prodia dalam program kesehatan unggulan itu, kata Andi, menjadi penting karena memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Namun, karena Prodia sebagai salah satu pemasok utama alat tes itu juga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan, maka sebagian permintaan dari pelaksana kegiatan yaitu Puskesmas, masih dipenuhi dari pasokan impor.
Moncernya order dari pemerintah serta berbagai inovasi yang dilakukan, termasuk pelayanan dan produksi sel punca dan teknologi antipenuaan, kata Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, membuat pihaknya optimistis bisa melakukan pembagian dividen dengan angka yang menggembirakan para pemegang saham pada 2025.
Saat ini Prodia telah menyediakan lebih dari seribu jenis tes, jauh lebih banyak dibandingkan laboratorium milik rumah sakit yang lazimnya maksimal melayani 300 jenis uji kesehatan. "Uniknya cabang kami di Bali yang banyak melayani WNA telah terbiasa melakukan tes bukan hanya yang sifatnya dasar seperti kolesterol atau gula darah. Mereka bisa bertransaksi hingga Rp7 juta per orang karena yang diperiksakan adalah tingkat hormon dan pemeriksaan isometrik lainnya, sesuai permintaan dokter di negeri asal. Sehingga perkembangan bisnis kami memang ditunjang tingkat keahlian dokter, di antaranya ditunjang kehadiran di seminar-seminar, misalnya." (X-8)
KPK bongkar modus Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman peras RSUD & Puskesmas demi THR Forkopimda. Simak kronologi OTT KPK di sini.
Glaukoma tercatat sebagai penyebab kebutaan kedua setelah katarak.
Puskesmas tidak lagi hanya melayani pemeriksaan ringan, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan rawat inap yang siap melayani warga 24 jam penuh.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved