Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032 triliun dari periode 2025-2029. Jumlah investasi jumbo ini untuk mencampai pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Hal ini disampaikan Rosan dalam acara World Bank New Insight On The Business Environment In Indonesia, di Jakarta, Senin (10/2).
"Jika dibandingkan dengan 10 tahun terakhir, angka investasi tersebut mengalami lonjakan sekitar 143%. Ini target yang harus kami capai dari kementerian kami," ungkap Rosan.
Jika dirinci dari total investasi tersebut, di tahun ini BKPM mesti merealisasikan investasi sebesar Rp1.905,6 triliun. Angka ini untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3% secara year on year (yoy). Di 2026, pihaknya mesti mengumpulkan investasi senilai Rp2.175,26 triliun untuk mengejar target ekonomi hingga 6,3%.
Tahun berikutnya, BKPM ditargetkan merealisasikan investasi sebanyak Rp2.567,47 triliun untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 7,5%. Di 2028, untuk menggapai pertumbuhan ekonomi 7,7%, realisasi investasi yang dipatok mencapai Rp2.969,64 triliun. Di 2029, guna mewujudkan target ambisius pertumbuhan ekonomi 8%, target investasi yang dicapai sebesar Rp3.414,82 triliun.
Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu menekankan investasi memainkan peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi. Lantaran mampu memberikan sumbangsih terbesar kedua bagi pertumbuhan ekonomi nasional selama ini.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal IV 2024, komponen yang mempengaruhi produk domestik bruto pada ialah konsumsi rumah tangga (RT) dengan kontribusi 53,71% Kemudian, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi dengan kontribusi sebesar 30,12%.
"Melihat struktur ini, jelas investasi akan memainkan peran yang sangat signifikan dalam pertumbuhan ekonomi kami. Kami memiliki tujuan yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045," tutur Rosan.
Dalam kesempatan sama, World Bank Country Director untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk menyampaikan di tengah proyeksi pertumbuhan global yang rendah sekitar 2,7%, Indonesia telah mencatatkan tingkat pertumbuhan yang stabil sekitar 5%. Ini sebagian besar didorong oleh permintaan domestik yang kuat.
Kendati demikian, ia menekankan perlunya reformasi regulasi untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif untuk menarik investasi jumbo.
"Saya mengetahui pemerintah memiliki target pertumbuhan ekonomi 6% atau lebih tinggi, oleh karena itu diperlukan beberapa reformasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor swasta," ucapnya. (H-2)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved