Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani meramalkan, nilai tukar rupiah akan semakin tertekan akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan perang tarif. Seluruh impor produk perdagangan dari Kanada dan Meksiko dikenakan kenaikan tarif sebesar 25%, dan dari Tiongkok sebesar 10%.
"Kebijakan ekonomi Trump akan memiliki dampak terhadap nilai tukar, yang mana rupiah akan cenderung semakin melemah," ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (8/2).
Selain itu, Shinta juga memperkirakan dampak dari kebijakan tarif AS yang tinggi bakal memperlambat kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, Tiongkok menjadi salah satu negara mitra dagang utama Indonesia selama ini.
"Kinerja ekspor juga akan terganggu dan diperkirakan akan semakin memperparah posisi current account atau neraca transaksi berjalan dan pelemahan nilai tukar," ucapnya.
Dengan rupiah semakin melemah dan neraca dagang terganggu, inflasi dalam negeri pun diperkirakan bakal lebih tinggi. Terlebih, Indonesia dihadapkan pada cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi pertanian dan membuat harga-harga pangan melonjak.
"Masalah ini ditambah dengan cuaca ekstrem yang terjadi. Harga pangan akan meningkat dan memicu tingginya inflasi," terang Shinta.
Kendati demikian, Ketum Apindo itu menekankan semua skenario tersebut amat tergantung pada respons kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Pemerintah mesti melakukan intervensi-intervensi kebijakan yang bisa menciptakan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), lalu meningkatkan produktivitas ekspor dan meningkatkan produksi pangan nasional.
"Jadi, ini semua tergantung pemerintah mengenai dampak ekonomi negatif yang dapat terjadi akibat kebijakan Trump. Apakah bisa diatasi atau dikendalikan, agar tidak terlalu membebani pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Shinta.
Dihubungi terpisah, direktur eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan, pemerintah Indonesia perlu mencari alternatif ekspor baru untuk membuka peluang pasar.
Pasalnya, jika ekonomi Tiongkok terganggu, kinerja perdagangan Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu juga ikut terdampak. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok naik 5,7% pada 2024. Total perdagangan ekspor ke Negeri Tirai Bambu mencapai US$62,4 miliar. Adapun komoditas ekspor utama di antaranya besi dan baja, bahan bakar mineral berupa batu bara, serta nikel.
"Indonesia harus memikirkan alternatif destinasi pasar ekspor yang baru. Ini supaya Indonesia tidak terlalu tergantung oleh Tiongkok, atau negara lain yang terdampak kebijakan tarif AS," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga diminta menekan volume impor terhadap mitra dagang yang dikenakan tarif tinggi oleh AS. Ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap impor dari Tiongkok dinilai memiliki implikasi yang luas, seperti memicu fluktuasi nilai tukar rupiah. (Z-11)
Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif impor era Presiden Donald Trump langsung mengguncang lanskap perdagangan global.
Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini berusaha menghindari eskalasi perang tarif yang saling merugikan.
LANGKAH Tiongkok yang memberlakukan kontrol ekspor besar-besaran terhadap mineral tanah jarang atau unsur langka mengejutkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Namun seraya mencatat bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara telah membaik, Trump tetap membuka peluang untuk tarif yang lebih tinggi, dan melontarkan ancaman terhadap ‘Negeri Panda’.
KETUA Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan lembaga internasional WTO, IMF, dan Bank Duni harus diperkuat untuk menghadapi manuver perdagangan Amerika Serikat (AS).
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan digelarnya putaran baru pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok untuk meredakan perang tarif.
EKONOM Indef Rizal Taufikurahman, menilai probabilitas pelemahan rupiah di awal perdagangan cukup tinggi seiring meningkatnya konflik Iran-Israel dan Amerika Serikat.
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved