Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jilid kedua tidak akan jauh berbeda dengan kebijakannya di jilid pertama.
"Terutama yang kaitannya dengan dampak pengenaan tarif yang lebih tinggi walaupun ternyata agak sedikit melunak di awal pada saat speech-nya bahwa masih akan bernegosiasi dengan Xi Jinping dengan Tiongkok kaitannya dengan pengenaan tarif," ucap Faisal saat dihubungi, Selasa (21/1).
Namun, lanjut Faisal, apabila AS tidak terlalu seambisius dalam mengenakan tarif bagi Tiongkok maka dampak yang terjadi terhadap perdagangan internasonal juga pasti akan berbeda.
"Walaupun saya prediksikan juga Trump mungkin akan bernegosiasi dengan Tiongkok apa yang mereka bisa berikan bagi AS seandainya Tiongkok tidak dikenakan tarif yang lebih tinggi atau kenaikan tarifnya itu lebih tidak setinggi yang direncanakan sebelumnya. Kalau itu terjadi tentu saja tekanan terhadap perdagangan internasional itu akan menjadi tidak sebesar yang diprediksikan sebelumnya," terang Faisal.
Hal tersebut mengartikan bahwa persaingan dalam memasuki pasar Negeri Paman Sam tidak akan seketat yang diprediksikan sebelumnya dikarenakan Amerika yang kemungkinan tidak akan menaikkan tarif dengan tergesa-gesa atau terlalu ambisius.
"Tapi apapun itu bergantung juga pada nanti dinamikanya setelah ini. Karena kalau seandainya tidak tercapai kan negosiasinya ya tetap akan dikenakan tarif dan dampaknya bagi Indonesia tentu saja akan mempersulit untuk penetrasi ekspor," imbuhnya.
Di sisi lain, Faisal menegaskan bahwa apabila Amerika memberikan penekanan prioritas pengenaan tarif kepada mitra saingan-saingan Indonesia di pasar Amerika seperti Tiongkok dan Vietnam, hal ini justru bisa meningkatkan peluang bagi Indonesia untuk mengambil market share yang ditinggalkan oleh mereka.
"Ini akan memberikan peluang pada negara-negara di bawahnya yang menjadi saingannya termasuk di antaranya Indonesia untuk bisa masuk ke pasar Amerika. Penetrasinya lebih besar apalagi kita melihat banyak produk-produk ekspor kita itu yang mirip atau sama dengan produk-produk ekspornya Vietnam dan juga Tiongkok," bebernya.
Adapun dampak lain apabila Amerika mengenakan tarif tinggi ke Tiongkok, akan ada dorongan bagi perusahaan-perusahaan atau pabrik-pabrik yang ada di Tiongkok untuk keluar Tiongkok. Hal itu dilakukan untuk menghindari tarif yang dikenakan pada produk-produk dari Tiongkok seperti yang terjadi pada masa jabatan Trump yang pertama.
"Jadi di jilid kedua ini kalau kemudian tetap dikenakan tadi tarif ya dengan asumsi bahwa negosiasinya itu tidak berjalan dengan baik, Trump tetap mengenakan tarif maka berarti di sisi peluang relokasi juga menjadi lebih besar bagi Indonesia. Karena yang disorot yang menjadi sasarannya pengenaan tarif sekarang bukan hanya Tiongkok tapi juga misalkan Vietnam," ungkap Faisal.
"Berarti memberikan ruang bagi negara-negara selain Vietnam di Asia Tenggara untuk menangkap peluang relokasi perusahaan-perusahaan dari Tiongkok. Tapi sekali lagi ini juga dinamikanya bisa berubah bergantung bagaimana tadi negosiasi Trump dengan Tiongkok dan kemungkinan juga bisa dengan negara-negara lain yang menjadi sasaran pengenalan tarif dia seperti Meksiko dan juga Vietnam," tambah dia. (Z-11)
Otorita IKN telah mengeluarkan 65 perjanjian kerja sama senilai sekitar Rp70 triliun untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Timur.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor lebih tinggi bagi negara yang mengabaikan komitmen dagang pasca putusan Mahkamah Agung AS.
Pemerintahan Donald Trump mengumumkan tarif global 15% dan investigasi perdagangan baru sebagai strategi memperkuat kebijakan proteksi industri AS di tengah ketegangan dagang global.
Pasca-Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor ilegal, pemerintahan Trump justru meluncurkan kebijakan baru.
Presiden AS Donald Trump resmi menaikkan tarif impor global menjadi 15% sebagai respons atas pembatalan kebijakan sebelumnya oleh Mahkamah Agung.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved