Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhati-hati dalam memberikan keleluasaan bagi masyarakat dengan skor kredit buruk untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR).
"Langkah memperbolehkan ini sebaiknya dicermati lebih detail dan hati-hati. Karena catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencerminkan kapasitas dan karakter debitur," ujarnya, Selasa (14/1).
Arianto berpandangan, jika catatan dalam SLIK seorang debitur dinyatakan sangat buruk karena besarnya cicilan yang tak terbayarkan atau waktu periode tunggakan yang panjang, tentunya bank/lembaga pembiayaan akan otomatis menolak. Hal itu karena memiliki risiko pembayaran yang tinggi.
Kendati demikian, jika nilai tunggakan kecil dan konsumen masih mempunyai kemampuan dan itikad baik untuk menyelesaikan cicilan, perbankan bisa mempertimbangkan dengan melanjutkan proses analisis kredit debitur.
Menurut Arianto, penting bagi OJK untuk merumuskan detail aturan mengenai proses pemberian kredit/pembiayaan KPR dari lembaga jasa keuangan (LJK). Langkah itu untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan memitigasi risiko pelanggaran peraturan di sektor jasa keuangan.
"Saya menyambut positif arahan OJK ini. Namun dalam pelaksanaannya, bank/lembaga pembiayaan tetap harus mempertimbangkan faktor lain untuk memastikan manajemen risiko dan compliance (kepatuhan) tetap terjaga," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan akan memudahkan masyarakat mengajukan KPR guna mendukung program tiga juta rumah pemerintahan. Kemudahan KPR itu juga akan diberikan kepada anggota masyarakat yang punya skor kredit SLIK jelek.
Ia menjelaskan penggunaan SLIK dalam proses pemberian kredit atau pembiayaan perumahan merupakan salah satu informasi yang digunakan dalam analisis kelayakan calon debitur, dan bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pemberian kredit dan pembiayaan itu.
"Dalam kaitan itu, tidak terdapat ketentuan OJK yang melarang pemberian kredit atau pembiayaan untuk debitur yang memiliki kredit (SLIK) dengan kualitas non-lancar," ujarnya dalam konferensi pers OJK secara daring, Selasa (14/1).
Mahendra menegaskan SLIK berisi informasi yang bersifat netral dan bukan merupakan informasi daftar hitam atau blacklist. SLIK juga digunakan untuk meminimalkan asymmetric information atau asimetri informasi dalam rangka memperlancar proses pemberian kredit dan pembiayaan dan penerapan manajemen risiko oleh lembaga jasa keuangan. (Ins/E-2)
Renovation Expo hadir sebagai solusi karena masyarakat bisa melihat dan membandingkan bahan material, bahkan furnitur untuk rumah, dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama tiga menteri pusat mempercepat Program Rumah Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Sorotan Utama dalam pertemuan itu ialah peran perumahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi menuju target 8%
sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menerapkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Keberadaan rumah subsidi berukuran kecil menjadi krusial di kawasan perkotaan karena harga lahan cenderung tinggi dan ketersediaannya terbatas.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved