Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK BJB terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis dan memberikan manfaat bersama.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Geo Dipa Energi (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang eksplorasi dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB, Nancy Adistyasari, bersama Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum PT Geo Dipa Energi, Hanif Osman, di Menara Bank BJB, Bandung. Dalam kesepakatan ini, kedua belah pihak resmi menjalin kerja sama strategis untuk pengelolaan layanan perbankan dan pengembangan usaha.
“Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam mempererat sinergi dengan BUMN dan mendukung pengelolaan bisnis yang saling menguntungkan,” ujar Nancy Adistyasari usai acara penandatanganan.
“Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.”
Nota Kesepahaman ini mencakup pengelolaan dana, fasilitas kredit bagi perusahaan dan karyawan, serta eksplorasi potensi bisnis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, Bank BJB juga akan menyediakan layanan seperti pemasangan Automated Teller Machine (ATM), payroll service, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), serta berbagai solusi perbankan lainnya.
PT Geo Dipa Energi, sebagai perusahaan yang berperan strategis dalam pengelolaan energi terbarukan di Indonesia, menyambut baik kolaborasi ini. Hanif Osman mengungkapkan, kerja sama ini tidak hanya mendukung operasional perusahaan tetapi juga kesejahteraan karyawan.
“Dukungan dari Bank BJB akan mempermudah kami dalam mengelola keuangan dan menyediakan fasilitas yang meningkatkan kesejahteraan karyawan kami,” ujarnya.
Sinergi ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antara sektor perbankan dan energi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Dengan mengoptimalkan sumber daya masing-masing, Bank BJB dan PT Geo Dipa Energi berkomitmen menciptakan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian.
Bank BJB turut membuka peluang untuk pengembangan inovasi produk dan layanan yang mendukung kebutuhan PT Geo Dipa Energi. Hal ini termasuk pemberian fasilitas kredit untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan perusahaan.
Sebagai informasi, PT Geo Dipa Energi berfokus pada pengembangan panas bumi sebagai sumber energi ramah lingkungan. Kerja sama ini memberikan peluang bagi Bank BJB untuk mendukung ekspansi perusahaan sekaligus memperluas cakupan bisnisnya dalam sektor energi terbarukan. (RO/Z-10)
PKS ini sekaligus mendorong sinergi lintas fungsi yang semakin solid antara institusi pertahanan negara dan sektor perbankan nasional
Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan digital bagi pekerja.
Kesepakatan baru tersebut menjadi kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Bank bjb meraih predikat Informatif pada kategori Badan Publik, yang merupakan kategori tertinggi dalam penilaian keterbukaan informasi.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar kegiatan Penyerahan Bantuan Bencana Alam untuk Sumatra dari Pemerintah Kota Bandung dan BJB melalui Baznas Kota Bandung.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menjalin kerja sama dengan GoTo Financial untuk memperkuat layanan digital perbankan bagi nasabah.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved