Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama (Dirut) PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi menegaskan pihaknya tengah mengajukan diri untuk menjadi pengelola bullion bank atau bank emas kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami sedang proses mengajukan diri soal bullion bank ini ke OJK," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/12).
Hery menjelaskan, dalam Peraturan OJK No 17/2024, bullion bank atau bank dengan layanan penyimpanan emas batangan, dapat dilakukan oleh lembaga jasa keuangan (LJK) yang memiliki kegiatan usaha utama dalam menyalurkan kredit atau pembiayaan selain bank perekonomian rakyat (BPR), BPR syariah, dan lembaga keuangan mikro.
Bank umum konvensional dan unit usaha syariah bank umum syariah bisa menjalankan usaha bank emas selama memiliki modal minimum Rp14 triliun.
"Kalau kita lihat ketentuan yang ada di Peraturan OJK yang baru, bank harus memiliki modal sedikitnya Rp14 triliun untuk bullion. Modal BSI kan lebih dari itu," terang Dirut BSI.
Saat ini, pihaknya telah menjalankan bisnis kepemilikan emas logam mulia lewat BSI Gold melalui pembiayaan cicil emas di seluruh kantor cabang BSI. Emas yang dijual terdiri dari emas batangan 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram.
Dalam waktu dekat BSI Gold akan dapat dibeli secara digital melalui aplikasi milik perusahaan pelat merah itu, BYOND.
"Sekarang ini kita sudah menjalankan bisnis gadai dan cicil emas, bisa manual dan juga bisa lewat aplikasi mobile banking kita. Kalau ada kesempatan untuk ekspansi lebih besar lagi, kita senang hati, Insya Allah kita siap," pungkas Hery. (E-2)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menggenjot pengembangan layanan bullion bank atau bank emas dengan memaksimalkan pemanfaatan super apps BYOND by BSI.
BRI menyiapkan sederet strategi baru untuk memperkuat kinerja dan memperluas sumber pertumbuhan.
Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra menegaskan tengah menggenjot pemanfaatan emas idle atau emas yang dimiliki masyarakat namun tidak digunakan secara produktif.
PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), perusahaan manufaktur serta perdagangan perhiasan dan emas batangan, menyatakan siap mendukung ekosistem bullion atau bank emas di Indonesia.
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu (26/2), di The Gade Tower, Jakarta.
BRI memproyeksikan bahwa monetisasi emas melalui pendirian bank emas atau bullion bank dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto hingga Rp245 triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menggenjot pengembangan layanan bullion bank atau bank emas dengan memaksimalkan pemanfaatan super apps BYOND by BSI.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut
BSI menyatakan seluruh layanan dan jaringan kantor cabang di Aceh telah kembali beroperasi. Ini menandai selesainya proses normalisasi layanan perbankan BSI di wilayah yang terdampak bencana.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved