Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Jakarta Timur dinilai memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang menjadi pusat bisnis modern serta diminati masyarakat di wilayah Jakarta dan luar Jakarta.
Hal itu mendorong Bukit Podomoro Jakarta menjalin kerja sama dengan sejumlah tenant komersial untuk mewujudkan fasilitas komersial yang menyediakan kebutuhan penghuni Bukit Podomoro Jakarta dan masyarakat di Jakarta Timur.
Terbaru, Bukit Podomoro Jakarta menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) dengan tenant komersial yang meliputi PT Griya Miesejati (Bakmi GM), PT Multirasa Nusantara (Yoshinoya Indonesia), dan PT Inti Citra Agung (Optik Melawai).
"Prospek bisnis di Jakarta Timur sangat baik karena didukung lokasi strategis, kemudahan akses, infrastruktur unggulan, dan potensi pasar yang besar serta beragam sehingga bisa meningkatkan commercial value yang progresif. Melalui MoU ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan daya tarik investasi di wilayah ini," ungkap Regional Marketing Director 2 Agung Podomoro Land, Zaldy Wihardja, Senin (9/12).
Menurut Zaldy, kehadiran tenant Bakmi GM, Yoshinoya, dan Optik Melawai di Bukit Podomoro Business Park ini menyusul puluhan tenant sebelumnya yang bergabung seperti coffee shop, furniture, klinik, minimarket, dan lainnya.
"Hingga saat ini, progres pembangunan Bukit Podomoro Business Park tahap pertama mencapai 90% dengan total 68 unit, serta pembangunan tahap kedua mencapai 70% dengan total 27 unit. Ruko-ruko ini mulai diserahterimakan kepada konsumen secara bertahap sejak Januari 2024," terangnya.
Sebagai informasi, Bukit Podomoro Business Park terdiri dari dua tipe ruko meliputi Ruko Bukit Avenue dan Ruko Bukit Boulevard. Bukit Avenue merupakan ruko yang memiliki 3-4 lantai berukuran 5x17 m2 dan 7x17 m2 dengan harga jual mulai Rp6-8 miliar, yang dibangun sebanyak 48 unit. Selain itu, Bukit Boulevard dengan ukuran 5x10 m2 dan 7x10 m2 dengan harga jual mulai Rp3,9 miliar, dibangun sebanyak 67 unit.
Area ruko ini ditunjang sistem listrik bawah tanah, jaringan fiber optiK, serta sistem drainase modern dan peninggian elevasi tanah 2-3 meter dari jalan utama sehingga bebas banjir.
"Ke depannya, Bukit Podomoro Business Park ini diproyeksikan menjadi area bisnis dan komersial baru di Jakarta Timur. apalagi kawasan ruko ini memiliki area pedestrian yang nyaman untuk berjalan kaki serta parkirnya luas dan memadai. Sehingga, bisa terjadi sinergi seluruh tenant serta bisnis jadi ramai dan menguntungkan," pungkas Zaldy.
Building Project Manager PT Griya Miesejati Kevin Salim mengungkapkan antusiasmenya atas penandatangan kerja sama tersebut. "Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari pengembangan bisnis di Jakarta Timur," ucapnya.
Direktur PT Multirasa Nusantara Hardjanto Salim juga menyambut baik kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas jangkauan bisnis dan semakin lebih dekat dengan pelanggan di wilayah Jakarta Timur.
Sementara itu, Head of Business Development & Property PT Inti Citra Agung Hady G Gumulia menyampaikan kehadiran Optik Melawai di Bukit Podomoro Jakarta untuk memenuhi kebutuhan produk kacamata berkualitas bagi konsumen yang membutuhkan akses mudah dan nyaman. (H-2)
Selain sebagai destinasi wisata global, Bali kini dilirik sebagai kawasan strategis untuk tinggal dan berinvestasi.
Asia Property Awards Grand Final tahun ini menghadirkan lebih dari 90 kategori penghargaan untuk merayakan 'Best in Asia'.
APERSI menggelar APERSI Training Center (ATC) di Universitas Islam Malang (UNISMA), Kota Malang, pada Kamis (17/10).
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP, Irine Yusiana Roba, menilai perlu adanya perubahan regulasi untuk mengatasi maslaah transportasi umum
Sejumlah konsumen justru mengapresiasi sikap perusahaan yang memilih memprioritaskan kualitas dibandingkan dengan sekadar mengejar kecepatan pembangunan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melontarkan apresiasi sekaligus tantangan kepada para pengembang rumah subsidi.
Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia Jawa Timur (DPD REI Jatim) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan sertifikasi kompetensi bagi 157 pengembang properti
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved