Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CoRE) Indonesia Mohammad Faisal menilai pidato perdana Presiden Prabowo Subianto usai dilantik cukup relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini. Beberapa hal yang dianggap krusial ialah mengenai kedaulatan pangan hingga ketahanan energi.
Pidato perdana presiden, kata dia, menekankan pentingnya Indonesia memiliki kedaulatan pangan, alih-alih semata mencapai ketahanan pangan. “Karena yang dijelaskan itu sebetulnya bukan hanya cukup pangannya, tapi cukup karena diproduksi sendiri, swasembada, bukan karena cukup karena impor. Jadi itu penting sekali karena untuk menjaga kedaulatan juga untuk hal yang paling strategis dan mendasar itu adalah pangan,” jelasnya saat dihubungi, Senin (21/10).
Sementara terkait ketahanan energi, lanjut Faisal, presiden menekankan pentingnya kecukupan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan energi melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Menurutnya, itu tak semata demi kepentingan ekonomi, melainkan menyangkut aspek ketahanan keamanan nasional.
Ketahanan energi juga dinilai merupakan hal strategis yang mestinya diimplementasikan dengan komitmen yang kuat, alih-alih sekadar retorika. Cara-cara baru untuk mencapai ketahanan energi perlu dilakukan oleh pemerintah agar janji tersebut dapat terealisasi.
“Tentu saja harus belajar dan lebih dari dari kesalahan implementasi kebijakan pada masa Jokowi dan presiden sebelumnya, supaya kita betul-betul bisa mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan energi, tapi itu juga penting unutk bisa berkelanjutan dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT),” kata Faisal.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti perihal subsidi tepat sasaran yang disampaikan oleh presiden. Faisal menilai, itu bukan berarti pemerintah mesti menekan pemberian bantuan kepada masyarakat. Negara-negara maju pun, kata dia, masih memberikan subsidi kepada rakyatnya.
“Yang penting memang harus tepat sasaran, jangan sampai salah sasaran dan yang menikmati itu adalah orang-orang yang tidak semestinya mendapatkan. Karena pada dasarnya subsidi itu untuk membantu yang lemah atau tidak mampu. Jadi kalau tidak tepat sasaran malah tidak efektif dan tidak efisien anggaran,” pungkas Faisal. (Z-11)
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koperasi petani Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kedaulatan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
PEMERINTAH pusat dan pemerintah daerah memperkuat sinergi kebijakan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 yang digelar HKTI menjadi ajang konsolidasi sektor pertanian untuk memperkuat Swasembada Pangan,
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Fitri di Aceh Tamiang sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga penyintas bencana
Didampingi putranya, Jan Ethes, Wapres tiba di Masjid Istiglal pada pukul 06.47 WIB.
Presiden menekankan bahwa momen kemenangan ini harus menjadi momentum bagi seluruh rakyat untuk mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.
SEKRETARIS Kabinet atau Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi Sumatra Utara dan merayakan malam takbiran dan salat idul fitri di Aceh
PERTEMUAN antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hari ini (20/3) dinilai membantah spekulasi keretakan hubungan keduanya yang sempat beredar di publik.
PUSAT Bantuan Hukum Asosiasi Advokat Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membentuk tim pencari fakta kasus penyiram air keras Akivis Kontras, Andrie Yunus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved