Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
VIETJET baru saja melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) dengan Castlelake, sebuah perusahaan investasi global dengan pengalaman hampir 20 tahun dalam bidang investasi, penyewaan, dan layanan pesawat, untuk pembiayaan empat buah pesawat senilai US$560 juta (sekitar Rp8,6 triliun).
Sebagai bagian dari MoU tersebut, Castlelake akan menyediakan pembiayaan bagi empat pesawat Airbus A321neo baru yang termasuk dalam daftar pesanan Vietjet kepada Airbus. Pengiriman pesawat-pesawat ini dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2024.
Kesepakatan ini melanjutkan perjanjian pembiayaan sebelumnya yang telah diselesaikan pada tahun 2023 untuk tiga pesawat Airbus A321neo, serta menetapkan dasar bagi kerjasama di masa depan dalam hal pembiayaan armada Vietjet yang terus berkembang.
Chief Executive Officer Vietjet, Dinh Viet Phuong, mengatakan perjanjian yang pihaknya tandatangani dengan Castlelake sejalan dengan strategi Vietjet untuk memperluas armada dan jaringan penerbangan globalnya.
Baca juga : Tahun 2025, Bandara Haji Asan Sampit Bisa Didarati Airbus
"Didukung oleh pembiayaan internasional, Vietjet terus menyediakan penerbangan yang aman, nyaman, dan hemat biaya dengan menggunakan armada pesawat baru serta modern yang mampu menghubungkan para wisatawan ke berbagai destinasi global yang menarik. Layanan kami tidak hanya meningkatkan pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan memupuk pertukaran budaya antar negara dan benua," kata Dinh Viet dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10).
Vietjet, sambung dia, saat ini telah mengoperasikan lebih dari 100 pesawat, termasuk sejumlah model generasi terbaru yang paling canggih, hemat bahan bakar, dan teraman di dunia, seperti A320, A321ceo, A321neo, A321neo ACF, dan A330. Dinh Viet menegaskan, Vietjet terus berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan efisiensi bahan bakar, dengan target untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050.
"Dengan adanya pesawat baru ini, Vietjet akan semakin memperluas jaringannya dan meningkatkan jumlah penerbangan antara Indonesia dan Vietnam, serta di seluruh wilayah Asia Pasifik," ungkap Dinh Viet.
Baca juga : Muncul Berita Boeing Mau Akuisisi, Saham Spirit AeroSystems Melonjak
Saat ini, Vietjet menawarkan empat pilihan rute yang menghubungkan Vietnam dan Indonesia, mulai dari Jakarta dan Bali hingga Hanoi dan Ho Chi Minh City. Dengan dukungan awak kabin yang profesional dan berdedikasi, penambahan rute ini diharapkan dapat memenuhi permintaan para wisatawan yang ingin menikmati pengalaman terbang yang menyenangkan.
Di kesempatan yang sama, Partner and Aviation Chief Commercial Officer Castlelake, Cheis Buckley, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kemitraan dengan Vietjet ini.
"Kami sangat senang dapat memperkuat hubungan kami dengan Vietjet dan mendukung misi mereka dalam menyediakan layanan penerbangan yang luar biasa melalui solusi penyewaan keuangan kami. Kami berharap dapat melanjutkan transaksi ini dan menjajaki lebih banyak peluang untuk mengembangkan bisnis bersama Vietjet di masa depan," ucap Chris. (J-3)
USAI proses penarikan produk dari peredaran (recall) global yang dilakukan perusahaan armada Airbus operasional 38 pesawat Airbus A320 di Indonesia dipastikan telah kembali normal.
PENERBANGAN Airasia kini telah kembali normal setelah adanya perbaikan proses software rollback pada armada Airbus A320 yang beroperasi di jaringan Airasia
Vietjet juga menandatangani perjanjian bernilai US$3,8 miliar dengan Rolls-Royce untuk pemesanan 92 mesin Trent 7000, yang mencakup layanan pemeliharaan komprehensif TotalCare®.
Indonesia akan menerima pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kedua pada Februari 2026, yang akan memperkuat kemampuan nasional dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Tambahan pesawat ini menunjukkan komitmen pemerintah memperkuat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kedua dijadwalkan tiba di Indonesia pada Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved