Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT LamiPackaging Indonesia (LamiPak Indonesia) terus berkomitmen memenuhi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED), sebuah sandar yang menjadi acuan utama dalam pengembangan pabrik yang ramah lingkungan. Memulai kegiatan operasionalnya pada Juni 2024, sebagai produsen kemasan aseptik pertama di Indonesia, LamiPak Indonesia memulai langkah transformasi menuju bisnis keberlanjutan melalui implementasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di pabriknya yang berlokasi di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Selain menjadi bagian dari strategi berkelanjutan, instalasi tersebut juga wujud dari inovasi dan komitmen nyata terhadap masa depan yang lebih hijau.
Managing Director PT LamiPak Indonesia, Tina Cao, mengungkapkan infrastruktur itu merupakan upaya strategis perusahaan dalam mengurangi emisi karbon operasional melalui pemanfaatan energi bersih dan terbarukan.
"Dengan kapasitas sebesar 2,8 MWp, PLTS ini diperkirakan mampu menyuplai sekitar 20% kebutuhan energi perusahaan, terutama di area operasional dengan kebutuhan energi tinggi, seperti pengemasan aseptik," ucap Tina melalui keterangan tertulis, Minggu (29/9).
Baca juga : Pemasangan PLTS Atap Bukti Nyata Dukungan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Instalasi PLTS juga mendukung stabilitas biaya energi LamiPak, memberikan prediksi yang lebih jelas dan konsisten untuk perencanaan jangka panjang.
"Dengan PLTS Atap yang dipasang, sistem diperkirakan akan menghasilkan energi listrik hingga 3,9 GWh per tahun. Jumlah ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 2.709.011 kg CO2," imbuhnya.
Proyek tersebut digarap bersama SUN Energy, sebuah perusahaan pengembang PLTS Atap terkemuka. Pemanfaatan energi terbarukan itu tentunya menjadi langkah penting bagi LamiPak Indonesia dalam mewujudkan visi netral karbon perusahaan serta menjadi model bagi industri lainnya.
Baca juga : B. Braun Resmikan Pengoperasian PLTS di Pabriknya
"Dengan memanfaatkan teknologi ini, LamiPak Indonesia telah membuktikan bahwa efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan," tandasnya.
Sementara itu, Chief of Sales SUN Energy, Oky Gunawan mengaku kagum dengan kolaborasi tersebut.
"LamiPak menjadi portofolio instalasi PLTS pertama SUN Energy di industri pengemasan aseptik. Kami sangat mengapresiasi langkah LamiPak Indonesia dalam mendukung transisi energi di sektor industri," imbuhnya.
Saat ini SUN Energy juga tengah melakukan konstruksi PLTS atap di sektor lainnya dengan total kurang lebih mencapai kapasitas 60 MWp. Itu merupakan pencapaian besar yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengakselerasi transisi energi di sektor industri dan komersial di Indonesia. (Z-11)
Sektor industri menyerap hampir 46% energi nasional. Pemanfaatan PLTS menjadi kunci efisiensi, dekarbonisasi, dan peningkatan daya saing kawasan industri menuju target Net Zero 2060.
Suryanesia menawarkan efisiensi energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan skema sewa tanpa investasi awal.
PERTAMINA NRE saat ini membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) offgrid berkapasitas 400 kilowatt (kWp) dan baterai 1 megawatt per jam (MWh) sebagai proyek percontohan di Pulau Sembur.
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
PT Pertamina menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sejumlah titik posko pengungsi di wilayah Aceh Tamiang.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
Inisiatif PLTS Atap ini menjadi langkah penting dalam upaya menurunkan emisi operasional sekaligus memperkuat transisi energi bersih di sektor kesehatan nasional.
Inisiatif itu menandai langkah penting kedua perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia sekaligus mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional pada 2060.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang PLTS atap per Juli 2025 telah mencapai 538 MWp tersebar di 10.882 pelanggan PLN
Kao Indonesia menegaskan langkah nyata menuju energi bersih dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri berkapasitas 6,53 MWp di kawasan KIIC
PT Blasfolie Internasional Indonesia, salah satu perusahaan kemasan plastik di Indonesia yang berdiri pada 2015, meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan target penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menjadi 23% pada 2025 dan 31% pada tahun 2030.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved