Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Bea Cukai Indonesia menjalin kerja sama dengan Japan Customs and Tariff Bureau (JCTB) dalam kerangka Mutual Recognition Arrangement Authorized Economic Operator (MRA AEO).
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan dukungan industri, serta merupakan pengakuan timbal balik antara kedua administrasi kepabeanan terkait program-program AEO yang diakui dan diterima di masing-masing negara.
Baca juga : Ekspor Perdana UMKM ke Jepang Senilai Rp550 Juta, Bea Cukai Bogor Berikan Asistensi
Saat ini, kolaborasi yang terdiri dari delapan tahap ini telah memasuki tahap ketiga, yaitu kunjungan validasi bersama.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo menjelaskan, kerja sama ini dimulai dengan penandatanganan perjanjian pada 17 April di Sydney, Australia, diikuti studi banding untuk menilai kesesuaian program AEO kedua negara.
Kunjungan validasi ini bertujuan memastikan kriteria otorisasi telah diterapkan dan validasi otorisasi dilaksanakan dengan tepat.
Baca juga : Ekspor Perdana, Glass Bowl Asal Bali Berhasil Tembus Pasar Jepang
Kunjungan validasi bersama dilaksanakan di Indonesia pada 17-19 September 2024, di mana delegasi Jepang yang dipimpin oleh HAGA Mariko, Deputy Director of International Division, bersama 14 delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Moh. Saifuddin, Kepala Subdirektorat Registrasi Kepabeanan, mengunjungi dua perusahaan di Bekasi, yaitu Multistrada dan PT Denso Manufacturing Indonesia.
Budi menyampaikan bahwa Multistrada telah berhasil mendapatkan sertifikasi AEO dan menjadi contoh manfaat program AEO, sedangkan PT Denso Manufacturing sedang dalam proses memperoleh sertifikasi AEO.
"Usaha perusahaan-perusahaan ini menegaskan pentingnya program AEO dalam membangun kepercayaan dan keunggulan operasional antara kedua negara," ujar Budi.
Baca juga : Bea Cukai Serahkan Sertifikat pada Perusahaan Bersertifikasi AEO di Indonesia, Apa Manfaat Sertifikasi AEO?
Melalui kunjungan ini, Bea Cukai dan JCTB berharap dapat memperoleh wawasan mengenai praktik dan prosedur AEO yang diterapkan di Multistrada dan PT Denso Manufacturing.
Budi menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memvalidasi program-program AEO Indonesia, tetapi juga memperkuat pemahaman dan kerja sama dalam penerapan AEO MRA.
Hingga September 2024, Indonesia telah menjadi tuan rumah bagi 161 operator AEO yang berkontribusi terhadap perdagangan yang aman dan efisien. "Capaian ini berkat kolaborasi antara pemerintah, pengguna jasa, dan masyarakat dalam implementasi AEO. Kami berharap Indonesia terus berkomitmen menegakkan standar tertinggi dalam operasional kepabeanan untuk memastikan manfaat dari upaya kolaboratif ini dirasakan oleh semua pemangku kepentingan," tutup Budi. #MIA (RO/Z-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved