Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Pandu Sjahrir secara tegas menyatakan melawan praktik dan aktivitas judi online. Dia mengaku khawatir karena jumlah pemain judi online di Indonesia amat besar yakni empat juta orang dan jumlahnya terus meningkat.
Dari jumlah itu, 80 ribu di antaranya merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan 440 ribu pemain berada dalam rentang usia 10 tahun-20 tahun.
"Data-data ini menjadi tantangan yang harus kita tindak dengan langkah-langkah konkret," ujarnya dalam Ngopi (Ngobrol Pintar) Bareng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Jakarta, Rabu (11/9).
Baca juga : Tindakan Preventif Penting untuk Cegah Judi Online
Aftech, kata Pandu, berkomitmen mendorong perkembangan perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) yang aman, nyaman, sehat dan bertanggung jawab, serta mengambil upaya preventif untuk mencegah maraknya praktik judi online.
"Kami bersama pemerintah juga gencar melakukan kampanye antijudi online," ucapnya.
Pandu menuturkan, bandar judi mempunyai beragam cara meracuni masyarakat agar terjerat judi online. Untuk memberantasnya, perlu kerja sama berbagai pihak.
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), jumlah transaksi judi online tercatat 168 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp327 triliun pada 2023. Lalu, dalam kurun waktu enam tahun atau sejak 2017-2023, nilai total uang transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp517 triliun.
"Data-data ini sangat mengkhawatirkan buat kami semua," pungkas Pandu. (E-2)
Kerja sama ini diwujudkan melalui kunjungan program Social Innovation Mission di Indonesia.
KPPU memutuskan 97 pelaku usaha layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi ata fintech P2P lending atau biasa dikenal dengan pinjaman online atau pinjol.
INDUSTRI fintech lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun
Tim di balik Elev8 menjelaskan bahwa peluncuran brand baru bukan sekadar perubahan nama, melainkan reposisi strategis yang telah diperhitungkan secara matang.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved