Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
USAHA mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapkan mampu masuk pasar modern dengan aplikasi penjualan digitalisasi yang ada saat ini.
"Saat ini kita sudah masuk jaman digitalisasi melalui aplikasi penjualan, dan produk-produk UMKM diharapkan mampu masuk pada pasar-pasar modern yang sudah ada," Kata Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Minggu (8/9).
Baca juga : Pasar Ramadan di Sampit Diizinkan Buka
Diharapkan para pelaku UMKM Kalteng membuat produk-produk ini tahan lama, memiliki jaminan kesehatan, jaminan halal, dan kemasannya yang menarik. "Ini akan membawa daya tarik bagi konsumen untuk membeli di
supermarket," ungkapnya.
Dia mengatakan Expo UMKM yang sering digelar di sejumlah kota dan kabupaten sangat baik dilaksanakan, sekaligus sebagai bahan evaluasi menuju kepada hal-hal yang meningkatkan kualitas dari para pelaku UMKM, karena salah satu tujuannya adalah untuk melihat potensi dan keunggulan yang ada pada setiap desa dalam wilayah Kecamatan Permata Kecubung, terkait potensi usaha rakyat, UMKM, atau kegiatan-kegiatan usaha kecil lainnya.
"Sehingga akan terjadi transaksi yang sangat menarik, dan ini juga bisa meningkatkan perekonomian, serta penghasilan bagi pelaku usaha tersebut," ujar Wagub.
Baca juga : BI Kalteng Dorong UMKM Lokal Go Digital
Menurut Wagub, hal ini seiring dengan program yang dilaksanakan oleh Gubernur Kalteng.Saat ini Pemprov Kalteng sedang menggalakkan pembinaan terhadap pelaku UMKM.
"Sebanyak 15 ribu lebih pelaku UMKM kita, setiap tahun mendapatkan bantuan permodalan yang bekerjasama dengan perbankan dunia usaha, selain itu juga mendorong agar UMKM kita bergeliat," imbuhnya.
Selain itu, Expo ini mampu untuk menjadi tempat pertemuan para pelaku usaha. (N-2)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan.
Sebagai agency terkemuka, HDA GO memposisikan diri sebagai solusi end-to-end bagi pemilik restoran, coffee shop, tempat makan, hingga penginapan.
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved