Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui salah satu unit bisnisnya, Multi Harapan Utama (MHU), resmi menandatangani perjanjian sewa atau lease agreement dengan PT Sembcorp Energy Indonesia, anak perusahaan Sembcorp Industries Singapura (Sembcorp). Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan energi terbarukan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kemitraan strategis itu menandai langkah signifikan bagi komitmen MMSGI dan unit bisnisnya untuk menyediakan energi berkelanjutan dalam mengurangi emisi karbon. Dalam kerja sama tersebut, Sembcorp akan membangun PLTS yang menggunakan 1.762 solar panel yang berlokasi di pelabuhan MTK.
Keputusan MMSGI untuk bermitra dengan Sembcorp didorong oleh visi bersama untuk mempromosikan praktik energi yang berkelanjutan. Selain itu, Sembcorp dikenal dengan solusi inovatif di sektor energi terbarukan dari mulai Pembangkit Listrik Tenaga Angin, PLTS hingga penyimpanan energi.
Baca juga : Transisi Energi Minyak Saudi lewat Aramco
Perusahaan asal Singapura itu memiliki rekam jejak yang terbukti dalam mengembangkan dan mengelola proyek energi terbarukan berskala besar di sepuluh negara yang berfokus di Asia dengan total kapasitas mencapai 14,4 GW. Dari proyek PLTS tersebut, MMSGI berpotensi mengurangi emisi CO2 sebesar 587 metrik ton atau setara dengan 66.005 galon bensin atau sekitar 131 kendaraan dalam satu tahun.
"Komitmen MMS Group Indonesia untuk mencapai net zero emissions adalah langkah strategis yang kami anggap sangat penting, bukan hanya untuk keberlanjutan operasional perusahaan, tetapi juga untuk masa depan lingkungan kita," ujar CEO MMS Group Indonesia Sendy Greti melalui keterangan tertulis, Jumat (6/9).
Ia menyebut panel surya yang digunakan tidak hanya membantu dalam mengurangi jejak karbon, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa bisnis dapat berkembang dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Baca juga : Hitay Daya Energy Siap Dorong Pemanfataan Energi Panas Bumi Indonesia
"Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa kami lebih dekat untuk mencapai tujuan net zero emissions dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan secara di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Presiden Direktur MHU Margareta mengungkapkan proyek PLTS menjadi langkah penting bagi perusahaan tambang yang lebih ramah lingkungan sebab mampu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
"Kerja sama kami dengan Sembcorp untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya melalui pemasangan solar panel merupakan langkah penting dalam mendukung transisi kami menuju energi terbarukan. Penggunaan solar panel akan secara signifikan mengurangi ketergantungan kami pada sumber energi fosil, sehingga mengurangi emisi karbon dan dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasional kami. Selain itu, ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap keberlanjutan,” ucapnya.
Rencananya proyek PLTS tersebut akan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2025 mendatang. (Z-11)
Kesepakatan ini bertujuan mengubah air laut menjadi kontrak yaitu merealisasikan komitmen investasi dan teknologi dalam pengembangan energi baru.
Permohonan rekomendasi tersebut diperlukan agar pengelola kawasan dapat menyediakan layanan ketenagalistrikan yang berjalan berdampingan dengan PLN.
Selama kesenjangan antara narasi diplomasi iklim dan implementasi kebijakan dalam negeri tetap terbentang lebar, komitmen emisi net-zero 2060 akan terus menjadi tantangan besar.
DESA Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menjadi fokus kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang perikanan berbasis teknologi energi terbarukan.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI), bagian dari the HEINEKEN Company, mengumumkan pencapaian dengan penggunaan energi terbarukan sebesar 99% di seluruh fasilitas produksi perusahaan.
PLTS Pulau Sembur diharapkan mampu mendukung unit usaha Kopdes Galang Baru, yang secara langsung mendukung kegiatan produksi dan pengolahan hasil perikanan masyarakat.
TENAGA surya menjadi pilihan energi alternatif untuk mengurangi emisi karbon penyebab perubahan iklim. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) salah satu pilihan terbaik.
Melalui solusi terintegrasi berbasis energi surya, SUN Energy menghadirkan sistem yang memungkinkan perusahaan tambang beralih ke operasi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.
Pemasangan PLTS ini diperkirakan mampu menghasilkan 72.260 kWh per tahun atau menghemat 30% dari total pengeluaran listrik tahunan fasilitas hub Samarinda.
Program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) ini digadang sebagai strategi menuju kemandirian energi sekaligus memperluas akses listrik berbasis energi terbarukan hingga pelosok negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved