Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah berhati-hati dalam menjalankan transisi energi. Pemerintah secara bertahap melakukan dekarbonisasi di berbagai sektor untuk mencapai net zero emission (NZE) di 2060 atau lebih cepat. Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI 2024 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (16/8).
"Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap," ujarnya.
Indonesia, sebut Jokowi, memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang amat besar dengan potensi 3.600 gigawatt (GW) dari energi panas air, angin, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi.
Baca juga : SIG Akselerasi Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau
"Di saat dunia mulai mengarahkan masa depannya ke ekonomi hijau, Indonesia juga tidak ingin kehilangan momentum karena memiliki potensi besar di sektor energi hijau," ucap Mantan Wali Kota Surakarta itu.
Dalam pembukaan Sidang Tahunan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga menyinggung komitmen pemerintah dalam menjalankan transisi energi. Indonesia, lanjutnya, secara bertahap berupaya menekan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan mengurangi porsi penggunaan energi fosil dan mulai beralih pada energi baru dan terbarukan.
"Transisi energi ini tidak akan tuntas hanya dalam tiga sampai lima tahun," imbuhnya.
Selain itu, Bamsoet bilang pemerintah membutuhkan pendanaan yang amat besar dalam menjalankan transisi energi. Mengutip laporan dokumen Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP), estimasi pembiayaan yang dibutuhkan Indonesia untuk mendorong transisi energi berkeadilan melalui sejumlah area fokus investasi (investment focus area/IFA) sebesar US$95,9 miliar atau sekitar Rp1.502 triliun (kurs Rp15.672) pada periode 2023-2030 dan US$580,3 miliar atau sekitar Rp9.092 triliun untuk periode 2023-2050.
"Ini merupakan pekerjaan besar, yang membutuhkan investasi sangat besar," sebutnya. (Z-11)
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merefleksikan dinamika isu energi nasional dan global sepanjang tahun 2025, sekaligus membahas arah kebijakan energi nasional pada tahun 2026.
Pertamina NRE kembali menunjukkan langkah strategisnya dalam transisi energi nasional dengan menandatangani nota kesepahaman bersama perusahaan Tiongkok.
Dukungan pembiayaan yang tepat, inklusif, dan berkelanjutan akan memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga adil dan memberikan manfaat.
Selama kesenjangan antara narasi diplomasi iklim dan implementasi kebijakan dalam negeri tetap terbentang lebar, komitmen emisi net-zero 2060 akan terus menjadi tantangan besar.
Pemerintah memproyeksikan tambahan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) akan tumbuh 2,5% hingga 3,2% per tahun.
Keberlanjutan menjadi bagian esensial dari strategi jangka panjang PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Teknologi Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) mampu mengubah gas buang dari proses kilang—yang mengandung acid gas—menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi.
Dukungan terhadap pengembangan bisnis pengangkutan karbon menjadi fokus utama dalam forum internasional The 5th Asia CCUS Network Forum di Jakarta.
Pakar ekonomi dan lingkungan IPB University Eka Intan Kumala Putri menilai positif upaya Pertamina mereduksi lebih dari 1 juta ton equivalen emisi karbon pada semester I 2025.
Indonesia diproyeksikan mampu menyerap emisi CO2 lebih dari 100 juta ton per tahun melalui CCS di sektor energi dan industri pada pertengahan abad ini.
PT Pertamina Hulu Energi menegaskan komitmennya mendukung target pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
MENURUT Journal of Cleaner Production (2023), pelatihan profesional yang terstruktur di bidang berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas strategi dekarbonisasi perusahaan hingga 40%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved