Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank DBS memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat seiring rencana penurunan suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) atau fed funds rate/FFR. Rencananya Bank Sentral AS atau The Fed bakal lebih cepat memangkas suku bunga pada September nanti.
Equities Specialist DBS Group Research Maynard Arif mengungkapkan ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga oleh The Fed diprediksi mendorong pelemahan dolar AS. Hal itu berdampak pada penguatan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Dengan penurunan suku bunga The Fed, kita harapkan dolar akan melemah sehingga rupiah menguat. Di tahun ini, tren penguatan rupiah mungkin masih di kisaran Rp16 ribuan per dolar AS," ujar Maynard dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (6/8).
Baca juga : Harapan Pengusaha terhadap BI Rate dan Kurs Rupiah
IA menuturkan, dengan pertimbangan The Fed yang bakal memangkas suku bunga hingga empat kali, akan membuat rupiah menguat lebih tajam hingga ke level Rp15 ribuan per dolar AS di tahun depan.
"Kalau The Fed terus menurunkan suku bunga, maka kita harapkan penguatan rupiah masih bisa berlanjut sampai di tahun 2025 dan ini bisa mengarah ke level Rp15 ribuan per dolar AS," harapnya.
Maynard menerangkan sejak April hingga Juni, aliran dana investor asing yang ke luar dari pasar modal Indonesia semakin deras terutama di aset surat utang. Ini karena masih menunggu penurunan FFR. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), dari awal tahun hingga 27 Juni 2024, nonresiden atau investor asing yang jual neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp36,46 triliun, lalu jual neto di pasar saham sebesar Rp9,78 triliun dan beli neto Rp123,21 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Namun, dengan rencana penurunan suku bunga The Fed, diyakini mengubah sentimen investor.
"Ketika ekspektasi market berubah mengenai kebijakan suku bunga The Fed, investor akan kembali lagi masuk ke pasar Indonesia pada semester II ini, baik di saham maupun surat utama pemerintah," jelas Maynard.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved