Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
INCREMENTAL Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dinilai masih perlu diperbaiki guna mendorong investasi yang lebih efisien di Tanah Air. Per 2023, ICOR Indonesia tercatat masih berada di angka 6,33, dianggap masih menunjukkan investasi yang belum efisien.
“Sekarang 6,4. Ini masih jadi gambaran, konstruksi masih sangat dibutuhkan untuk menarik investasi yang lebih efisien. Karena pembagi ICOR makin kecil, maka biaya cost lebih efisien,” jelas Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Edy Junaedi Harahap dalam acara Refleksi dan Catatan 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Rabu (31/7).
ICOR merupakan parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital atau modal terhadap hasil yang diperoleh (output), dengan menggunakan investasi tersebut. ICOR juga bisa diartikan sebagai dampak penambahan kapital terhadap penambahan sejumlah output (keluaran).
Baca juga : Ekonomi Brasil Tumbuh 2,9% pada 2023
Pada 2021, ICOR Indonesia berada di angka 8,66, lalu turun menjadi 6,02 pada 2022. Namun pada 2023 ICOR Indonesia kembali naik menjadi 6,33. Sementara pemerintah menargetkan ICOR Indonesia dapat turun di kisaran 4. Penurunan ICOR itu diharapkan bisa mendorong produktivitas dan tingkat efisiensi dari investasi.
ICOR Indonesia juga disebut masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang berada di kisaran 4%-5%. Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, padahal ICOR yang rendah dapat mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi di kisaran 6%-7% seperti yang diinginkan pemerintah.
Angka ICOR yang tinggi juga disebut dapat berimplikasi pada tersendatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Itu turut menghalangi laju pertumbuhan ekonomi. Padahal untuk mendapatkan 1% pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), setidaknya diperlukan pertumbuhan investasi di angka 6,8%.
Salah satu hal yang memengaruhi angka ICOR ialah terkait tingkat efisien logistik. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah terus berupaya mengurangi lama waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Itu dilakukan di antaranya melalui pembangunan dan penyiapan pelabuhan berstandar internasional.
“Di sektor laut, kita bangun ratusan pelabuhan non komersil, juga pelabuhan berstandar internasional. Kita turunkan dwelling time. Di pelabuhan selama ini kita hanya kenal pelabuhan besar, sekarang ebih dari 260 pelabuhan kita gabung dalam satu sistem sehingga bisa terkontrol dengan baik,” tutur Budi. (Mir/Z-7)
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Simak prediksi harga emas Antam Rabu 25 Februari 2026. Waspada potensi koreksi harga usai pecah rekor Rp3,06 juta akibat aksi ambil untung di pasar global.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved