Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INCREMENTAL Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dinilai masih perlu diperbaiki guna mendorong investasi yang lebih efisien di Tanah Air. Per 2023, ICOR Indonesia tercatat masih berada di angka 6,33, dianggap masih menunjukkan investasi yang belum efisien.
“Sekarang 6,4. Ini masih jadi gambaran, konstruksi masih sangat dibutuhkan untuk menarik investasi yang lebih efisien. Karena pembagi ICOR makin kecil, maka biaya cost lebih efisien,” jelas Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Edy Junaedi Harahap dalam acara Refleksi dan Catatan 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Rabu (31/7).
ICOR merupakan parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital atau modal terhadap hasil yang diperoleh (output), dengan menggunakan investasi tersebut. ICOR juga bisa diartikan sebagai dampak penambahan kapital terhadap penambahan sejumlah output (keluaran).
Baca juga : Ekonomi Brasil Tumbuh 2,9% pada 2023
Pada 2021, ICOR Indonesia berada di angka 8,66, lalu turun menjadi 6,02 pada 2022. Namun pada 2023 ICOR Indonesia kembali naik menjadi 6,33. Sementara pemerintah menargetkan ICOR Indonesia dapat turun di kisaran 4. Penurunan ICOR itu diharapkan bisa mendorong produktivitas dan tingkat efisiensi dari investasi.
ICOR Indonesia juga disebut masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang berada di kisaran 4%-5%. Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, padahal ICOR yang rendah dapat mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi di kisaran 6%-7% seperti yang diinginkan pemerintah.
Angka ICOR yang tinggi juga disebut dapat berimplikasi pada tersendatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Itu turut menghalangi laju pertumbuhan ekonomi. Padahal untuk mendapatkan 1% pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), setidaknya diperlukan pertumbuhan investasi di angka 6,8%.
Salah satu hal yang memengaruhi angka ICOR ialah terkait tingkat efisien logistik. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah terus berupaya mengurangi lama waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Itu dilakukan di antaranya melalui pembangunan dan penyiapan pelabuhan berstandar internasional.
“Di sektor laut, kita bangun ratusan pelabuhan non komersil, juga pelabuhan berstandar internasional. Kita turunkan dwelling time. Di pelabuhan selama ini kita hanya kenal pelabuhan besar, sekarang ebih dari 260 pelabuhan kita gabung dalam satu sistem sehingga bisa terkontrol dengan baik,” tutur Budi. (Mir/Z-7)
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
BNI Private, layanan eksklusif perbankan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mendorong pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berorientasi pada imbal hasil finansial.
Agar rencana investasi Anda tidak sekadar menjadi wacana, diperlukan langkah-langkah strategis yang terukur untuk membangun portofolio yang bertumbuh sepanjang tahun.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Dinilai Sinyal Positif bagi Pasar dan Investor Asing
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
OJK menyebut berdasarkan dari International Data Center Authority (IDCA) ekonomi digital telah berkontribusi lebih dari 15% terhadap PDB global di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved